Pembukaan Pelatihan Kerja Sama DUDI, BLK Banda Aceh, FKLPID dan PT. Musta Jaya

Aceh Besar – Kepala Balai Latihan Kerja Banda Aceh, Rahmad Faisal, S.T., Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah, Muhammad Ikhsan, SE., M.Si., serta perwakilan dari PT. Musta Jaya, Fauzin, melakukan Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi kerja sama dengan Dunia Usaha & Dunia Industri (DUDI) Program Pelatihan pembuatan kontainer sampah dengan teknik pengelasan SMAW 2G pada Rabu (22/09/2021) BLK Banda Aceh Kementerian Ketenagakerjaan hadir untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja bagi DUDI agar memiliki tenaga kerja yang kompeten dan mampu bekerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.   Selain perusahaan yang akan mendapatkan tenaga kerja  sesuai dengan kebutuhan dunia industri pekerja juga mendapatkan kompetensi yang dibutuhkan DUDI sehingga meningkatkan skill para pekerja, hal ini diharapkan berdampak pada kesejahteraan para pekerja yang telah mendapatkan pelatihan dari kerjasama BLK Banda Aceh, PT. Musta Jaya dan FKLPID.  

Pembukaan Pelatihan Kerja Sama DUDI, BLK Banda Aceh, FKLPID dan PT. Musta Jaya Read More »

Kemnaker Terus Perkuat Komitmen Bidang Ketenagakerjaan Bagi Disabilitas di Daerah

Jambi–Kementerian Ketenagakerjaan terus mempercepat implementasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan di daerah untuk melindungi hak para penyandang disabilitas dalam mendapatkan kesempatan kerja dan berwirausaha. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Suhartono menyatakan, isu disabilitas senantiasa hadir sejalan dengan isu kesetaraan, inklusi, dan non diskriminasi yang memiliki keterkaitan dalam semua sisi termasuk bidang ketenagakerjaan. “Secara asasi, kita memerlukan hubungan ketenagakerjaan yang menghormati keberagaman, kemampuan, dan potensi setiap individu di lingkungan kerja yang mampu mewadahi berbagai perbedaan latar belakang termasuk kondisi disabilitas,” kata Dirjen Suhartono saat membuka secara virtual Rakor Percepatan Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan Wilayah Provinsi Jambi, Kamis (16/9/2021). Ia mengatakan, dalam mewujudkan pembangunan ketenagakerjaan inklusi di Indonesia Kemnaker telah menetapkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas Bidang Ketenagakerjaan. Selain itu, isu disabilitas ini adalah isu lintas sektoral yang penanganannya memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kebijakan bersama antara Kemnaker dengan Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kemendagri, serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. “Perlunya keterlibatan bersama dalam melaksanakan kegiatan percepatan penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas (ULD) bidang ketenagakerjaan tahun 2021, baik dalam lingkup nasional maupun regional Provinsi dan Kabupaten/Kota,” katanya Menurut Dirjen Suhartono, Menaker Ida Fauziyah memilik concern yang tinggi terhadap isu disabilitas, khususnya bidang Ketenagakerjaan. Oleh karenanya, ia meminta agar ULD ini bisa dapat diimplementasikan secepatnya “Ini bisa menjadi momentum yang tepat dari sisi ketenagakerjaan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” ucapnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, menjelaskan, ini merupakan langkah yang tepat dalam menyamakan persepsi antara Pemerintah Pusat dan Daerah, juga dunia usaha baik swasta, BUMN, BUMD serta memfasilitasi penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan meningkatkan sinergi program khususnya dilingkup Provinsi Jambi “Saya meminta OPD terkait untuk menyiapkan unit layanan disabilitas dan bermitra dengan dunia usaha dan industri dalam upaya meminimalisasi angka pengangguran terutama pada tenaga kerja disabilitas,” kata Wagub Abdullah. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mengoptimalkan  pembentukan ULD Bidang Ketenagakerjaan untuk memantapkan perekonomian masyarakat dan daerah. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker Terus Perkuat Komitmen Bidang Ketenagakerjaan Bagi Disabilitas di Daerah Read More »

Pembuatan Roti dan Kue

Program Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue Program pelatihan Pembuatan Roti dan Kue merupakan salah satu program pelatihan dari kejuruan Processing. Dengan jumlah jam pelatihan 160 JP atau 20 hari kerja. Setelah mengikuti pelatihan peserta di harapkan mampu : Memproduksi roti dan kue untuk bisnis mandiri. Memproduksi roti dan kue sesuai standar yang berlaku di perusahaan Adapun kompetensi yang akan diberikan yaitu : 1. Menerapkan Sistim Dan Prosedur Keselamatan Dan Kesehatan Kerja 2. Mengikuti Prosedur Kerja Menjaga Praktek Pengolahan Yang Baik (GMP) 3. Membersihkan dan Sanitasi Peralatan 4. Melakukan Proses Pengembangan akhir dan Pemanggangan Roti 5. Melakukan Proses Produksi Roti

Pembuatan Roti dan Kue Read More »

Kemnaker Bertekad Pertahankan Opini WTP dari BPK

Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksanaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2020 dari BPK RI. Dengan capaian ini, Kemnaker berhasil mempertahankan Opini WTP selama 5 tahun berturut-berturut. “Kami berterima kasih kepada seluruh pegawai kementerian Ketenagakerjaan yang telah bekerja keras menyajikan sebuah laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Capaian ini adalah buah kerja keras kita bersama,” kata Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker pada hari Rabu (15/9). Sejak pertama kali meraih Opini WTP atas laporan keuangan tahun 2016, secara berturut-turut Kemnaker meraih Opini WTP atas laporan keuangan tahun 2017, 2018, 2019, dan terakhir 2020. Kemnaker pun bertekad mempertahan capaian ini di tahun-tahun berikutnya. “Capaian ini akan memacu kita semua untuk bekerja lebih keras lagi, karena memang mempartahankan itu biasanya lebih susah dari pada meraih,” kata Sekjen Anwar. Inspektur Jenderal Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan bahwa Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, telah mengamanatkan seluruh jajaran Kemnaker agar Opini WTP tersebut terus dipertahankan. Mengingat, opini dari BPK tersebut adalah cerminan tanggungjawab dan akuntabilitas Kemnaker dalam mengelola keuangan negara. Sehingga, adanya penilaian terhadap laporan keuangan harus dijadikan pemicu seluruh jajaran Kemnaker untuk bekerja sebaik mungkin. Esty menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempertahankan Opini WTP dari BPK. Pertama, mengonsolidasi internal Kemnaker untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan. “Seluruh unit eselon I mempunyai tanggungjawab yang sama untuk bisa meyakini tata kelola keuangannya baik dan akuntabel,” jelas Esty. Kedua, memperkuat pengendalian dan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan. “Dan secara periodically itu juga dilakukan pengawasan dan pengendalian dalam hal implementasi. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pelaporan,” katanya. Esty juga mengingatkan seluruh jajaran Kemnaker untuk memperkuat komitmen mengelola keuangan negara dengan sebaik-baiknya, serta dengan sigap melakukan perbaikan-perbaikan atas rekomendasi dari BPK. “Dan sekarang sudah masuk ke semester kedua, untuk itu kita harus meyakini tata kelola Kementerian Ketenagakerjaan di tahun 2021 pun bisa kita sajikan di dalam laporan keuangan yang nanti di awal tahun 2022 akan diperiksa oleh BPK, sehingga opininya pun bisa kita pertahankan Wajar Tanpa Pengecualian,” ujarnya. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker Bertekad Pertahankan Opini WTP dari BPK Read More »

Barista

Program Pelatihan Barista Program pelatihan Barista merupakan salah satu program pelatihan dari kejuruan Pariwisata. Dengan jumlah jam pelatihan 200 JP atau 25 hari kerja. Setelah mengikuti pelatihan peserta di harapkan mampu : Melayani pelanggan dan membuat kopi sesuai dengan SOP Adapun kompetensi yang akan diberikan yaitu : 1. Mengelola Bahan Baku 2. Mengelola Peralatan dan Perlengkapan 3. Mengelola Area Kerja 4. Menangani Pelanggan 5. Mengoperasikan Peralatan 6. Mengembangkan Produk Minuman Kopi 7. Mengikuti Prosedur Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan di Tempat Kerja 8. Berkomunikasi Secara Lisan dalam Bahasa Inggris pada tingkat Operasional Dasar

Barista Read More »

Program Pelatihan Juru Las SMAW 2G

Program Pelatihan Juru Las SMAW 2G Program pelatihan Juru Las SMAW 2W merupakan salah satu program pelatihan dari kejuruan Teknik Las/Welding. Dengan jumlah jam pelatihan 260 JP atau 33 hari kerja. Setelah mengikuti pelatihan peserta di harapkan mampu : Melakukan pengelasan SMAW  posisi 2G/PC Pada Industri Pengelasan Sesuai dengan WPS (Welding Procedure Spesification) Adapun kompetensi yang akan diberikan yaitu : NO MATERI PELATIHAN KODE UNIT   PERKIRAAN WAKTU PELATIHAN (JP) I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI       1.1   Melaksanakan persiapan tempat kerja   C.25LAS01.001.01 8   1.2    Memperbaiki hasil pengelasan   C.25LAS01.026.01 16   1.3    Membuat sambungan las fillet sesuai WPS untuk pengelasan pelat ke pelat, pipa ke pipa, dan pelat ke pipa sesuai dengan proses las yang digunakan C.25LAS01.028.01 80   1.4    Membuat sambungan las kampuh (groove) sesuai WPS untuk pengelasan pelat ke pelat dan sesuai dengan proses las yang digunakan C.25LAS01.029.01 108   1.5    Industri – 20   JUMLAH I – 232 II KELOMPOK PENUNJANG       2.1 Soft Skills – 20   2.2 Produktivitas – 8   JUMLAH II – 28   JUMLAH I s.d. II – 260 III PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT)       3.1 Pelaksanaan OJT – 1 Bulan

Program Pelatihan Juru Las SMAW 2G Read More »

Program Pelatihan Juru Las SMAW 3G

Program Pelatihan Juru Las SMAW 3G Program pelatihan Juru Las SMAW 3W merupakan salah satu program pelatihan dari kejuruan Teknik Las/Welding. Dengan jumlah jam pelatihan 340 JP atau 43 hari kerja. Setelah mengikuti pelatihan peserta di harapkan mampu : Melakukan pengelasan SMAW  posisi 3G/PF Pada Industri Pengelasan Sesuai dengan WPS (Welding Procedure Spesification) Adapun kompetensi yang akan diberikan yaitu : NO MATERI PELATIHAN KODE UNIT   PERKIRAAN WAKTU PELATIHAN (JP) I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI   1.1   Melaksanakan persiapan tempat kerja   C.25LAS01.001.01 8   1.2    Memperbaiki hasil pengelasan   C.25LAS01.026.01 16   1.3    Membuat sambungan las fillet sesuai WPS untuk pengelasan pelat ke pelat, pipa ke pipa, dan pelat ke pipa sesuai dengan proses las yang digunakan C.25LAS01.028.01 128   1.4    Membuat sambungan las kampuh (groove) sesuai WPS untuk pengelasan pelat ke pelat dan sesuai dengan proses las yang digunakan C.25LAS01.029.01 140   1.5    Industri – 20   JUMLAH I – 312 II KELOMPOK PENUNJANG       2.1 Soft Skills – 20   2.2 Produktivitas – 8   JUMLAH II – 28   JUMLAH I s.d. II – 340 III PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT)   3.1 Pelaksanaan OJT – 1 Bulan

Program Pelatihan Juru Las SMAW 3G Read More »

Program Pelatihan Juru Las SMAW 6G

Program Pelatihan Juru Las SMAW 6G Program pelatihan Juru Las SMAW 6W merupakan salah satu program pelatihan dari kejuruan Garment Apparel. Dengan jumlah jam pelatihan 420 JP atau 53 hari kerja. Setelah mengikuti pelatihan peserta di harapkan mampu : Melakukan pengelasan SMAW Posisi 6 G /HLO-45 untuk menghasilkan produk yang berkualitas sesuai dengan WPS (Welding Procedure Spesification) Adapun kompetensi yang akan diberikan yaitu : NO MATERI PELATIHAN KODE UNIT PERKIRAAN WAKTU PELATIHAN (JP) I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI   1.1    Melaksanakan persiapan tempat kerja C25LAS01.001.1 16   1.2    Memperbaiki hasil pengelasan C25LAS01.026.1 24   1.3    Membuat sambungan las fillet sesuai WPS untuk pengelasan pelat ke pelat, pipa ke pipa, dan pelat ke pipa sesuai dengan proses las yang digunakan C25LAS01.028.1 80   1.4    Membuat sambungan las kampuh (Groove) sesuai WPS untuk pengelasan pelat ke pelat dan sesuai dengan proses yang digunakan C25LAS01.029.1 110   1.5    Membuat sambungan las kampuh (Groove) sesuai WPS untuk pengelasan pipa ke pipa dan sesuai dengan proses yang digunakan C25LAS01.030.1 142   1.6    Industri – 20   JUMLAH I – 392 II KELOMPOK PENUNJANG       2.1 Soft Skills – 20   2.2 Produktivitas – 8   JUMLAH II – 28   JUMLAH I s.d. II 420

Program Pelatihan Juru Las SMAW 6G Read More »

Program Pelatihan Desain Busana Kreasi

Program Pelatihan Desain Busana Kreasi Program pelatihan Desain Busana Kreasi merupakan salah satu program pelatihan dari kejuruan Garment Apparel. Dengan jumlah jam pelatihan 280 JP atau 35 hari kerja. Setelah mengikuti pelatihan peserta di harapkan mampu : Memahami perkembangan Industri Mode dari masa ke masa. Membuat desain rancangan busana secara kreatif. Memproduksi Pakaian sesuai rancangan dan permintaan pasar. Penguasaan Mesin-mesin jahit industri dan mesin spesial. Adapun kompetensi yang akan diberikan yaitu : 1. Mengenal sejarah perkembangan mode 2. Menerapkan Unsur dan Prinsip Desain   Dalam Rancangan Mode Busana 3. Merancang  desain Busana 4. Menetapkan Konsep Desain 5. Menata/Memodifikasi Desain Busana 6. Menggambar anatomi Tubuh Manusia Untuk Sketsa Mode 7. Membuat pola busana dengan teknik konstruksi 8. Mengenal Jenis Bahan Tekstil 9. Menjahit  dengan Mesin 10. Mengawasi Mutu Pekerjaan di Lingkungan Busana

Program Pelatihan Desain Busana Kreasi Read More »

Program Pelatihan Pembuatan Hiasan Busana Dengan Mesin Bordir Komputer

Program Pelatihan Pembuatan Hiasan Busana Dengan Mesin Bordir Komputer Program pelatihan Pembuatan Hiasan Busana Dengan Mesin Bordir Komputer merupakan salah satu program pelatihan dari kejuruan Garment Apparel. Dengan jumlah jam pelatihan 280 JP atau 35 hari kerja. Setelah mengikuti pelatihan peserta di harapkan mampu : Merancang desain   bordir   dengan berbagai   ragam   (bentuk). Mengolah desain bordir dengan mempergunakan program di komputer. Mengoperasikan  mesin  bordir komputer sesuai dengan desain hiasan pada bagian-bagian pakaian atau barang lainnya dengan  mempergunakan  mesin  bordir berkepala satu atau lebih. Adapun kompetensi yang akan diberikan yaitu : 1. Melakukan Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku dan Bahan Pendukung 2. Mengikuti Prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3. Melakukan Inventarisasi Kebutuhan Mesin dan Peralatan. 4. Melakukan Pemeliharaan Mesin dan Alat Jahit (Maintenance and Repair) 5. Merancang Desain Bordir 6. Memprogram Desain Bordir Komputer 7. Membuat Hiasan pada Busana dengan Mesin Bordir Komputer 8. Melakukan Penyelesaian Akhir ( Finishing)  Produk Bordir  

Program Pelatihan Pembuatan Hiasan Busana Dengan Mesin Bordir Komputer Read More »