Taufik Idram

Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Perlu Kuasai Kompetensi dan Keterampilan Digital

Depok — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu membangun kompetensi yang semakin terintegrasi untuk menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Selain menguasai kompetensi sesuai bidang studinya, lulusan perlu memperkuat keterampilan digital, kecerdasan artifisial (AI), komunikasi, serta keterampilan lain yang relevan dengan kebutuhan industri. Yassierli menyampaikan hal tersebut saat memberikan kuliah umum di Institut Agama Islam SEBI (IAI SEBI), Depok, Jawa Barat, Senin (31/08/2026). Ia menjelaskan perubahan teknologi dan kebutuhan industri membuat dunia kerja tidak lagi semata-mata mencari lulusan berdasarkan nama program studi, tetapi berdasarkan kombinasi kompetensi yang mampu mereka tawarkan. “Core skill saja tidak cukup. Jadi tidak hanya ijazah, tidak hanya sertifikat kompetensi, tetapi sekarang trennya adalah integrated skills. Dunia kerja membutuhkan kompetensi yang terintegrasi, khususnya terintegrasi dengan digital skill dan AI,” ujar Yassierli. Ia mencontohkan perubahan kebutuhan tersebut melalui munculnya pekerjaan seperti analis data (big data analyst) dan pengembang produk (product developer) yang tidak secara langsung identik dengan nama program studi tertentu. “Sekarang dicari big data analyst, dicari product developer. Mana ada program studi product developer atau big data analyst? Karena yang diminta itu core skill dan skill yang terintegrasi,” jelasnya. Menurut Yassierli, perubahan tersebut menunjukkan pentingnya mahasiswa membangun kompetensi secara serius sejak masa perkuliahan, tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman dan bukti kompetensi. “Kalau sekarang mengambil program studi apa, sudah serius di situ. Yakini itu adalah journey yang harus dibangun. Belajar, praktik, magang, mendapatkan sertifikat, dan membangun portofolio,” katanya. Karena itu, mahasiswa perlu mulai merancang rekam jejak kompetensinya sejak awal perkuliahan. Pengalaman belajar, praktik, magang, sertifikasi, dan portofolio yang dibangun selama masa kuliah dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang ditawarkan kepada dunia kerja. “CV itu bukan dibuat, tetapi CV itu dirancang dari kertas kosong. Kita ingin tiga atau empat tahun lagi CV kita isinya apa, itu harus dirancang,” tuturnya. Yassierli berharap perguruan tinggi terus memperkuat pembelajaran yang membekali mahasiswa dengan kompetensi sesuai bidang sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Biro Humas Kemnaker Tags Bagikan

Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Perlu Kuasai Kompetensi dan Keterampilan Digital Read More »

Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch 2 Tahun 2026 pada 3–8 September 2026. Calon peserta dapat mulai mempersiapkan diri dengan mencermati bidang pemagangan yang diminati sebelum masa pendaftaran dibuka. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, persiapan sejak awal penting agar calon peserta dapat memilih bidang pemagangan yang sesuai dengan minat dan kompetensinya. Menurutnya, program ini perlu memberikan pengalaman yang mendukung pengembangan kompetensi peserta. “Kami ingin pemagangan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh pengalaman kerja dan pembelajaran yang relevan dengan kompetensinya, bukan sekadar mengikuti program. Karena itu, calon peserta perlu mempersiapkan diri dan mencermati kesempatan yang paling sesuai,” kata Yassierli dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (20/8/2026). Sebelum pendaftaran peserta dibuka, mitra penyelenggara pemagangan yang terdiri atas perusahaan dan Kementerian/Lembaga (K/L) akan mendaftarkan kesempatan pemagangan pada 21–31 Agustus 2026. Kesempatan tersebut selanjutnya diverifikasi dan ditayangkan Kemnaker pada 1–3 September 2026. Rangkaian Program Pemagangan Nasional Angkatan II Batch 2 diawali dengan sosialisasi program pada 17–20 Agustus 2026. Setelah informasi pemagangan tersedia, calon peserta dapat mencermati bidang dan persyaratan sebelum melakukan pendaftaran pada 3–8 September 2026. Peserta yang telah mendaftar selanjutnya mengikuti proses rekrutmen dan pengusulan oleh mitra penyelenggara pada 9–15 September 2026. Kemnaker kemudian melakukan seleksi dan penetapan peserta pada 16–18 September 2026, dengan hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 18 September 2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan mulai mengikuti pemagangan pada 21 September 2026. Yassierli menegaskan, kualitas pelaksanaan pemagangan juga menjadi bagian penting agar program memberikan manfaat nyata bagi peserta. Karena itu, mitra penyelenggara diharapkan memastikan proses pembelajaran di tempat pemagangan berjalan dengan baik. “Mitra penyelenggara pemagangan perlu memastikan peserta mendapatkan kesempatan belajar dan pengalaman kerja yang relevan selama mengikuti pemagangan. Dengan begitu, program ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan kompetensi peserta,” ujar Yassierli. Biro Humas Kemnaker

Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2 Read More »

Kemnaker Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi

Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh menyelenggarakan Workshop Teknis Menjahit Pakaian Ready to Wear dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera di Banda Aceh, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Kemnaker dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Kementerian Ekonomi Kreatif menginisiasi workshop, sedangkan BPVP Banda Aceh menjadi salah satu lokasi pelaksanaan sekaligus memberikan dukungan teknis melalui pelatihan vokasi. Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan, pemulihan pascabencana perlu memperhatikan kapasitas masyarakat selain pembangunan kembali infrastruktur dan lingkungan. “Bencana tidak hanya meninggalkan dampak terhadap infrastruktur dan lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, mata pencaharian, usaha masyarakat, dan produktivitas tenaga kerja,” ujar Afriansyah. Menurutnya, keterampilan menjahit Ready to Wear relevan dengan pengembangan ekonomi kreatif karena dapat menghasilkan produk bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat. Afriansyah mengapresiasi kolaborasi lintas kementerian dalam kegiatan tersebut. Ia menilai rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk menghubungkan pelatihan dengan potensi ekonomi yang ada di daerah. Dalam bidang fashion, Afriansyah melihat Aceh memiliki potensi besar karena didukung kekayaan budaya, motif, kerajinan, kreativitas masyarakat, dan identitas lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif. “Potensi tersebut harus diikuti dengan peningkatan kompetensi. Kita tidak cukup hanya menghasilkan produk yang bagus, tetapi harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki desain menarik, sesuai tren, memiliki identitas, harga kompetitif, dan mampu diterima konsumen,” katanya. Ia menambahkan, pelatihan perlu menghubungkan keterampilan dengan kebutuhan nyata di lapangan, mulai dari proses produksi hingga kemampuan mengembangkan dan memasarkan produk. Dengan pendekatan tersebut, keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi. “Dari keterampilan menjadi produk, dari produk menjadi usaha, dari usaha menjadi pendapatan, dan dari pendapatan menjadi kemandirian ekonomi. Inilah semangat vokasi yang harus terus kita bangun,” ujar Afriansyah. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi Read More »

Kemenekraf dan Kemnaker latih warga terdampak bencana Aceh menjahit

ANTARA – Sebanyak 36 warga dari sejumlah daerah terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh mengikuti pelatihan menjahit pakaian siap pakai di Banda Aceh. Pelatihan yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Kementerian Ketenagakerjaan ini berlangsung selama empat hari dengan pendampingan mentor profesional. Kegiatan tersebut diharapkan membantu masyarakat terdampak bencana memulihkan kemandirian ekonomi melalui keterampilan dan usaha kreatif.(Aprizal Rachmad/Fahrul Marwansyah/I Gusti Agung Ayu N) https://www.antaranews.com/video/5701873/kemenekraf-dan-kemnaker-latih-warga-terdampak-bencana-aceh-menjahit

Kemenekraf dan Kemnaker latih warga terdampak bencana Aceh menjahit Read More »

Kemnaker: 46.160 Peserta Mulai Ikuti MagangHub Angkatan II Batch 1

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos seleksi dan mulai mengikuti pemagangan selama enam bulan sejak 10 Agustus 2026. Program ini merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi Tahun 2026 yang dirancang Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi, menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja langsung dan pembelajaran di tempat kerja. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program pemagangan memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk memperoleh pengalaman kerja, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja profesional. “Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja. Kualitas pelaksanaan harus menjadi perhatian utama. Penyelenggara wajib memberikan pekerjaan yang relevan, mentor yang aktif, pembelajaran yang terarah, dan evaluasi yang konsisten,” tegas Menaker. Menaker menyampaikan hal tersebut dalam Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menaker menekankan, pemagangan harus menjadi ruang pembentukan kompetensi dan profesionalisme, bukan sekadar pemenuhan administratif. Pada Angkatan II Batch 1, sebanyak 3.672 penyelenggara berpartisipasi, terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga. Para penyelenggara tersebut membuka 28.455 lowongan pemagangan dengan total 54.304 kuota peserta, yang terdiri atas 31.251 kuota pada perusahaan dan 23.053 kuota pada kementerian/lembaga. Program Pemagangan Nasional 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Secara keseluruhan, tercatat 732.483 pendaftar, dengan 244.982 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat (eligible). Dari jumlah tersebut, 226.719 calon peserta mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai lowongan pemagangan. Setelah melalui rangkaian proses seleksi, sebanyak 225.920 pelamar masuk dalam tahapan rekrutmen peserta. Dari jumlah tersebut, 48.088 pelamar dinyatakan dapat diproses lebih lanjut. Selanjutnya, 46.402 calon peserta diusulkan untuk ditetapkan sebagai peserta. Setelah melalui verifikasi dan seleksi tingkat nasional, sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta Angkatan II Batch 1, sementara 242 calon peserta tidak dapat ditetapkan karena tidak memenuhi persyaratan pada verifikasi akhir. “Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi Pemerintah dan dunia usaha dalam membuka ruang pembelajaran kerja yang relevan bagi talenta muda Indonesia. Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Jadikan enam bulan pemagangan sebagai pijakan untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, dan membangun reputasi profesional,” pesan Menaker. Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai jadwal, mulai dari pendaftaran penyelenggara pada 29 Juni–15 Juli 2026, pendaftaran peserta pada 16–28 Juli 2026, pengumuman hasil seleksi pada 7 Agustus 2026, hingga dimulainya pemagangan pada 10 Agustus 2026. Menaker menegaskan, setelah program dimulai, Kemnaker akan berfokus pada pemantauan kualitas pelaksanaan, khususnya pendampingan dan evaluasi peserta selama mengikuti pemagangan. “Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memantau efektivitas pembimbingan oleh mentor, kesesuaian tugas yang diberikan, serta memastikan program pemagangan ini dapat menjadi talent pipeline bagi instansi dan perusahaan penyelenggara,” pungkasnya. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker: 46.160 Peserta Mulai Ikuti MagangHub Angkatan II Batch 1 Read More »

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Kendari – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengubah cara pandang dalam bekerja, dari sekadar menjalankan tugas administratif menjadi penggerak solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan nasional. Ajakan tersebut disampaikan Menaker saat menghadiri Silaturahmi dan Penguatan Pegawai Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari dan Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/8/2026). Menurut Menaker, setiap ASN Kemnaker harus memiliki cara pandang nasional dalam menjalankan tugasnya. ASN tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan sesuai aturan, tetapi juga memahami peran pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan. “Kita harus berpikir sebagai ASN kementerian dengan cara pandang nasional. Tantangan kita adalah bagaimana menghadirkan solusi atas persoalan pengangguran. Setiap individu memiliki kekuatan untuk menciptakan perubahan melalui semangat The Power of One,” ujar Menaker. Untuk mewujudkan hal tersebut, Menaker menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang kolaboratif dan inklusif melalui konsep Nice Place to Grow. Menurutnya, lingkungan kerja harus mendorong setiap pegawai untuk terus berkembang, berani menyampaikan gagasan, dan menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mencontohkan, keberhasilan balai pelatihan tidak boleh hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan. Seluruh jajaran, termasuk instruktur, harus terus berinovasi agar lulusan pelatihan memperoleh akses ke pasar kerja dan terserap di dunia usaha maupun dunia industri. Sejalan dengan itu, balai-balai pelatihan vokasi, termasuk BPVP Kendari, akan terus diperkuat perannya sebagai Talent & Innovation Hub. Balai tidak hanya menjadi tempat pelatihan, tetapi juga pusat kolaborasi, pengembangan talenta, konsultasi usaha, peningkatan produktivitas, serta penyedia berbagai layanan ketenagakerjaan berbasis digital. “Karena itu, saya mengajak seluruh ASN menjadikan setiap tugas sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Keberhasilan kementerian tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, termasuk dalam mempercepat penurunan pengangguran,” katanya. Menaker menambahkan, perubahan budaya kerja tersebut menjadi fondasi dalam memperkuat berbagai program prioritas Kemnaker. Kepercayaan terhadap transformasi yang dilakukan Kemnaker, lanjutnya, mulai tercermin dari meningkatnya dukungan pemerintah terhadap pengembangan program vokasi dan MagangHub.Melalui program-program tersebut, semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mengakses dunia kerja. Dalam kesempatan itu, Menaker juga menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional dan dipercaya masyarakat. Ia meminta seluruh jajaran menjaga moralitas, menjunjung tinggi kejujuran, serta menghapus berbagai praktik yang mencederai pelayanan publik. “Kita bangun birokrasi yang bersih. Saya tidak akan menoleransi praktik manipulasi anggaran dan tidak akan melindungi siapa pun yang terjerat kasus hukum,” tegasnya. Biro Humas Kemnaker

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat Read More »

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Dibuka, Kemnaker Ajak Masyarakat Tingkatkan Kompetensi

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 melalui platform Skillhub di skillhub.kemnaker.go.id. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu, Kemnaker terus menghadirkan berbagai program vokasi agar semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. “Melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, kami ingin memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Bekal keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang, baik untuk bekerja maupun berwirausaha,” ujar Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (3/8/2026). Menurutnya, seluruh program pelatihan dirancang dengan pendekatan berbasis kompetensi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan di dunia kerja. Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memilih program pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan pengembangan kompetensinya. Sejalan dengan dibukanya PVN Batch 4, Kemnaker telah menetapkan tahapan pelaksanaan program. Pendaftaran berlangsung hingga 12 Agustus 2026, dilanjutkan seleksi peserta pada 13–19 Agustus 2026, pengumuman hasil seleksi pada 20 Agustus 2026, dan pelatihan dimulai pada 26 Agustus 2026. “Jangan lewatkan kesempatan ini. Manfaatkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 untuk meningkatkan keterampilan dan memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang,” kata Darmawansyah.

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Dibuka, Kemnaker Ajak Masyarakat Tingkatkan Kompetensi Read More »

Kemnaker – Huawei Perkuat Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

Kemnaker – Huawei Perkuat Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) dan PT Huawei Tech Investment menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Kerja Sama Bidang Pendidikan, Pengembangan Kompetensi, dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia di Jakarta, Selasa (23/6/2026).  Kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan dunia industri untuk menghasilkan SDM yang kompeten dan berdaya saing. Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi mengatakan kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kemnaker dan PT Huawei Tech Investment tentang Sinergi Peningkatan Pembangunan Ketenagakerjaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi yang telah ditandatangani pada 23 April 2025. “Perjanjian Kerja Sama ini bukanlah inisiatif yang berdiri sendiri. Ini merupakan tindak lanjut operasional dari kesepahaman yang telah dibangun antara Kemnaker dan Huawei. Apa yang telah disepakati di tingkat kementerian sebagai arah besar, kini diterjemahkan menjadi langkah konkret di tingkat satuan pendidikan melalui program-program yang langsung menyentuh dosen dan mahasiswa,” kata Cris. Menurut Cris, Polteknaker sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi di bawah Kemnaker mengemban mandat untuk menyiapkan SDM yang kompeten di bidang ketenagakerjaan melalui program studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Relasi Industri, serta Manajemen Sumber Daya Manusia. Ia menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Karena itu, proses pembelajaran tidak boleh berhenti di ruang kelas, melainkan harus terhubung dengan praktik nyata di industri. “Ilmu yang diajarkan tidak boleh berhenti di ruang kelas. Pendidikan vokasi menekankan kemampuan untuk mengerjakan, mempraktikkan, dan menghasilkan. Karena itu, kami ingin menjadi jembatan antara kampus dan industri, dan kemitraan dengan Huawei merupakan salah satu wujud nyata dari upaya tersebut,” ujarnya. Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak akan berkolaborasi dalam tiga ruang lingkup utama. Pertama, bidang pendidikan dan pengajaran melalui keterlibatan praktisi sebagai dosen praktisi dalam kuliah umum dan seminar, penyelarasan kurikulum, kunjungan industri, serta penyediaan sarana praktik bagi mahasiswa. Kedua, peningkatan kompetensi dan pengembangan SDM melalui berbagai program pelatihan, termasuk program Training to Trainer dari ICT Academy yang memungkinkan dosen memperbarui kompetensi teknologi dan mentransfer pengetahuan tersebut kepada mahasiswa. Ketiga, pemberdayaan SDM melalui penyediaan kesempatan magang, informasi peluang kerja, serta pelaksanaan campus hiring yang mempertemukan talenta muda dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Menurut Cris, kerja sama tersebut akan memberikan manfaat bagi seluruh program studi di Polteknaker. Mahasiswa K3 akan memperoleh wawasan mengenai keselamatan kerja di era digital, mahasiswa Relasi Industri mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan industrial modern, sementara mahasiswa Manajemen SDM memperoleh perspektif mengenai pengelolaan talenta kelas dunia. Lebih lanjut Cris menegaskan bahwa seluruh upaya pengembangan kompetensi yang dilakukan Kemnaker bermuara pada peningkatan kualitas manusia Indonesia. Karena itu, pembangunan SDM harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang yang akan menentukan daya saing bangsa di masa depan. “Kami tidak sekadar menyiapkan tenaga kerja, tetapi menyiapkan manusia agar dapat bekerja dengan bermartabat, aman, dan memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang. Kami melihat mitra kami memiliki komitmen yang sama, yaitu berinvestasi pada manusia dan memberdayakan talenta,” ungkapnya. Biro Humas Kemnaker.

Kemnaker – Huawei Perkuat Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri Read More »

Pemerintah Lanjutkan Program Magang dan Vokasi pada Semester II Tahun 2026

Jakarta — Pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026 yang terdiri atas delapan kebijakan dalam tiga pilar utama. Salah satu fokus kebijakan tersebut adalah program magang dan vokasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/6/2026), yang turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Airlangga mengatakan pemerintah akan mendorong pelaksanaan program magang dan vokasi pada semester II-2026 sebagai bagian dari upaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. “Program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paruh kedua semester kedua sehingga ini menjadi penggerak daripada perekonomian di masyarakat,” kata Airlangga. Dalam paket stimulus tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp6,26 triliun, terdiri atas Rp4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi. Program vokasi diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menjelaskan Program Magang Nasional 2025 (MagangHub) menunjukkan hasil positif. Program ini menjaring 102,6 ribu peserta dari 370,5 ribu pendaftar yang ditempatkan pada 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Peserta memperoleh uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, serta kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP. Berdasarkan survei terhadap 65.245 peserta, sebanyak 84,26 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap Program Magang Nasional. Dari sisi manfaat ekonomi, 67,13 persen responden menyatakan program tersebut membantu atau sangat membantu kondisi ekonomi peserta dan keluarganya. Survei terhadap 7.217 perusahaan dan instansi penyelenggara magang juga menunjukkan hasil positif, dengan 84,13 persen menyatakan puas atau sangat puas terhadap kontribusi peserta magang. “Ini hasil yang menurut kami cukup positif sebagai feedback kita untuk pelaksanaan magang di angkatan II,” ujar Yassierli. Berdasarkan penilaian 22.297 mentor, sebanyak 65,55 persen peserta mengalami peningkatan kompetensi teknis yang signifikan selama mengikuti program. Penilaian juga menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, berpikir kritis, adaptabilitas, hingga keterampilan teknis sesuai bidang pekerjaan. “Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 3,77 menjadi 4,19 berdasarkan penilaian peserta, serta dari 3,33 menjadi 3,66 berdasarkan penilaian mentor,” ucapnya. Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta magang yang memperoleh penawaran kerja, diikuti sektor perdagangan besar dan industri pengolahan. Sektor kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga aktif merekrut lulusan program magang. “Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi. Ini sudah dari 85 persen data peserta magang,” ucap Yassierli. Menaker menegaskan Kemnaker terus memperkuat ekosistem pelatihan vokasi nasional melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penguatan infrastruktur pelatihan. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Biro Humas Kemnaker

Pemerintah Lanjutkan Program Magang dan Vokasi pada Semester II Tahun 2026 Read More »

Kemnaker akan Gelar Orientasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2

Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menggelar Orientasi Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 2 pada 22 Juni 2026 yang sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan pelatihan bagi peserta yang telah lolos seleksi.  Pelaksanaan PVN Batch 2 akan berlangsung di 21 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), 13 Satuan Pelayanan (Satpel), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di berbagai wilayah Indonesia. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah mengimbau seluruh peserta yang dinyatakan lolos untuk memantau pengumuman resmi terkait jadwal dan instruksi teknis orientasi di balai pelatihan masing-masing. “Kemnaker menyelenggarakan Program Pelatihan Vokasi Nasional untuk membekali peserta dengan keahlian berbasis kebutuhan industri agar memiliki kompetensi yang relevan, sehingga dapat meningkatkan peluang untuk bekerja maupun mengembangkan kewirausahaan,” ujar Darmawansyah melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (21/6/2026). Darmawansyah menjelaskan PVN Batch 2 diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang memiliki akun SIAPkerja.  Menurutnya, pelatihan vokasi menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui penguatan keterampilan, produktivitas, disiplin, dan etos kerja. “Peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga berbagai pembekalan yang diperlukan agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha mandiri,” katanya. Seluruh rangkaian pelatihan vokasi ini disediakan secara gratis oleh pemerintah. Peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas pendukung selama mengikuti pelatihan, seperti makan siang, bantuan transportasi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta fasilitas asrama bagi peserta yang memenuhi kriteria. Darmawansyah berharap peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh agar kompetensi yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meningkatkan daya saing di dunia profesional. “Melalui Program Pelatihan Vokasi Nasional ini, Kemnaker berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri dan mampu berkontribusi dalam penguatan kualitas tenaga kerja Indonesia,” ujarnya. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker akan Gelar Orientasi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Read More »