Taufik Idram

BLK Disiapkan Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis

Surakarta—Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah menyiapkan transformasi Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihannya makin relevan dengan kebutuhan industri, lebih mudah diakses, dan buka kesempatan kerja kerja serta wirausaha lebih luas. Transformasi itu mencakup penguatan BLK sebagai Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), serta inkubator bisnis. Menurut Yassierli, transformasi BLK ditujukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi publik dimana keterampilan yang dipelajari lebih “nyambung” dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah, sekaligus memperluas peluang masyarakat untuk bekerja maupun berusaha. Untuk mengimplementasikan transformasi tersebut, Kemnaker akan berkolaborasi dengan kalangan akademisi agar kompetensi SDM selaras dengan kebutuhan industri terkini.  “Kami akan mengajak dunia kampus untuk menjadikan BLK sebagai Klinik Produktivitas untuk memenuhi kebutuhan industri dalam dan luar negeri. Misalnya dengan pelatihan di bidang green jobs, smart creative IT skills, dan smart operation,” ujar Yassierli saat berkunjung ke Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP)—yang sebelumnya dikenal sebagai BLK— Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026). Ia menjelaskan, sinergi dengan akademisi juga akan dilakukan untuk memperkuat transformasi fungsi BLK sebagai pelaksanaan TIH, pusat pelatihan bagi penyandang disabilitas, serta pusat peningkatan produktivitas UMKM. Yassierli menilai penguatan fungsi ini diperlukan agar BLK bukan hanya tempat pelatihan, tetapi juga ruang peningkatan kompetensi yang lebih inklusif dan berdampak. Selain pelatihan, Kemnaker juga menyiapkan peran BLK sebagai inkubator bisnis (wirausaha).  “Kemnaker sedang menyiapkan BLK sebagai inkubator bisnis. Yang mau mulai wirausaha akan dicarikan ide bisnisnya apa, siapa kompetitornya, model bisnisnya, strategi pengembangan bisnisnya, dan pemasarannya,” kata Yassierli. Yassierli mengungkapkan, selama ini BLK menghadapi sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar dampaknya lebih besar bagi masyarakat, antara lain jumlah penerima manfaat, efisiensi biaya, sistem jaminan kualitas pelatihan, kebaruan kurikulum, transparansi rekrutmen, serta pelacakan data lulusan/alumni. “Optimalisasi BLK ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas BLK yang saat ini dinilai perlu ditingkatkan agar lebih efisien dalam menjawab tantangan pengangguran,” ujar Yassierli. Biro Humas Kemnaker

BLK Disiapkan Jadi Klinik Produktivitas dan Inkubator Bisnis Read More »

Sertifikasi Profesi Harus Murah dan Mudah Diakses termasuk untuk Penyandang Disabilitas

Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, meminta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memperkuat layanan sertifikasi profesi agar lebih luas jangkauannya, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Arahan itu disampaikan Yassierli saat memimpin pertemuan dengan Sekretariat BNSP di kantor BNSP, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Yassierli menjelaskan, sertifikasi profesi penting karena menghasilkan sertifikat kompetensi kerja, yaitu bukti bahwa seseorang memiliki kemampuan kerja sesuai standar. Bukti kemampuan ini membantu tenaga kerja lebih percaya diri bersaing dan membuka peluang kerja yang lebih luas. Yassierli menegaskan akses sertifikasi harus adil dan tidak diskriminatif. Kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, perlu dilibatkan agar kesempatan kerja yang layak bisa dirasakan lebih merata dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial. “Sertifikasi bukan hak istimewa segelintir orang. Setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan sama untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan berkontribusi pada ekonomi nasional,” tegas Yassierli. Ia menambahkan, Kemnaker dan BNSP berperan penting dalam memastikan pengakuan kemampuan kerja berjalan baik. Sertifikat kompetensi kerja diterbitkan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yaitu lembaga yang melakukan uji kompetensi sesuai bidang kerja. “Sertifikat kompetensi kerja menjadi bukti pengakuan kompetensi yang memperkuat daya saing dan membuka peluang kerja yang lebih luas. Ini menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing nasional di kancah global,” tambah Menaker. Sementara itu, Kepala BNSP Syamsi Hari menyampaikan capaian sertifikasi profesi mencapai 1,6 juta pada tahun 2025. Menurutnya, sertifikasi menjamin kualitas kompetensi tenaga kerja yang mendasarkan pada  standar kompetensi kerja nasional Indonesia, khusus dan internasional dalam sistem BNSP. Biro Humas Kemnaker

Sertifikasi Profesi Harus Murah dan Mudah Diakses termasuk untuk Penyandang Disabilitas Read More »

Jurus Baru Menaker buat Lulusan BLK Harus Kerja atau Wirausaha

harus kita kejar bukan sekadar berapa orang dilatih, tapi berapa yang benar-benar bekerja setelah dilatih ataupun mereka yang dapat wirausaha Jakarta–Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa lulusan pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP/BLK) tidak boleh berhenti di sertifikat. Target akhirnya harus jelas yaitu bekerja lewat jalur penempatan atau berwirausaha melalui program Perluasan Kesempatan Kerja (PKK) seperti Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Arahan itu disampaikan Yassierli dalam Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Pelatihan Vokasi dan Perluasan Kesempatan Kerja antara Ditjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) dan Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), di Jakarta, Kamis (8/1/2026). “Yang harus kita kejar bukan sekadar berapa orang dilatih, tapi berapa yang benar-benar bekerja setelah dilatih ataupun mereka yang dapat wirausaha,” kata Yassierli. Menurut Menaker, ukuran sukses balai pelatihan tidak lagi sekadar banyaknya kegiatan atau tebalnya laporan. Yang dinilai adalah hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat, terutama pada penempatan kerja dan perluasan kesempatan kerja. Oleh karena itu, Yassierli meminta setiap program pelatihan vokasi didukung data yang akurat dan bisa ditelusuri, mulai dari identitas peserta hingga status pascapelatihan—apakah terserap kerja atau langsung merintis usaha. Ia menekankan, pendekatan berbasis data ini penting agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran dan mudah dievaluasi. Di sisi lain, Yassierli menyoroti kapasitas BPVP Kemnaker yang saat ini baru mampu melatih sekitar 70 ribu orang per tahun, atau sekitar 1% dari total pengangguran nasional. Kondisi ini menjadi alasan Kemnaker menyiapkan transformasi balai agar lebih relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Transformasi itu mencakup penguatan balai sebagai pusat pelatihan vokasi, talent and innovation hub, pusat pelatihan dan penempatan penyandang disabilitas, hingga pusat referensi peningkatan produktivitas usaha kecil dan menengah. “Tujuan utamanya membangun kembali marwah dan kebanggaan Kemnaker melalui kinerja yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Jenderal Binalavotas, Darmawansyah, menyebut rapat koordinasi ini menjadi momentum menyinkronkan program prioritas lintas unit—mulai dari pelatihan vokasi, penempatan tenaga kerja, hingga perluasan kesempatan kerja. “Sinkronisasi dilakukan pada aspek waktu, mekanisme, hingga standar operasional prosedur (SOP) agar program ini selaras dan mudah dimonitor,” kata Darmawansyah.

Jurus Baru Menaker buat Lulusan BLK Harus Kerja atau Wirausaha Read More »

Kemnaker Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Warga Aceh, Sumut, dan Sumbar

jpnn.com, JAKARTA – Jakarta–Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan itu merupakan bentuk respons cepat dan kepedulian Kemnaker untuk meringankan beban masyarakat pascabanjir dan longsor. Distribusi bantuan bagi korban bencana diserahkan langsung secara simbolis oleh Ketua Tim Kemnaker Peduli Sukro Muhab di Dusun Mergat Desa Pantai Cermin, Tanjung Pura, Langkat, Sumatera Utara. “Seluruh bantuan seperti pakaian layak pakai dan makanan serta obat-obatan, Insha Allah bermanfaat bagi warga di sini, ” ujar Sukro melalui Siaran Pers Biro Humas, Selasa (16/12/2025). Plt Kepala BBPVP Medan Qiqi Asmara menjelaskan bantuan diberikan 300 bungkus nasi goreng siap saji dapur umum BBPVP Medan, 20 karton mineral, 2 box minuman energi, 100 paket biskuit dan makanan ringan dari Kemnaker Peduli. Sementara pakaian layak pakai (Binalavotas) dan trauma healing dan pengobatan gratis (Binwasnaker & K3). Sementara di Aceh, Kemnaker menurunkan tim terpadu dan mendirikan Posko Kemnaker Peduli di Pidie Jaya, Aceh. Tim yang diturunkan dari UPT Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP Banda Aceh) mendirikan dapur umum untuk memasak dan menyalurkan makanan kepada masyarakat terdampak banjir. Kepala BPVP Aceh Rahmad Faisal mengatakan Kemnaker juga menugaskan Tim Medis (Binwasnaker dan K3), untuk memberikan pelayanan kesehatan guna memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah situasi pascabencana yang cukup berat, dan trauma healing. Di Posko Kemnaker Peduli, Barenbang juga memberikan fasilitas internet dengan 2 perangkat Starlink dan 2 Modem Orbit yang dapat di akses secara gratis oleh warga untuk berkomunikasi dan koordinasi dengan keluarganya. “Untuk data penggunanya sendiri tak di hitung. Posko Aceh kemarin dari total pengunjung tercatat 126 orang hampir semuanya menggunakan fasilitas starlink, ” kata Rahmad. Sementara BPVP Padang tak ketinggalan menunjukkan kepeduliannya kepada warga terdampak banjir. Bantuan yang diberikan berupa pemeriksaan sepeda motor pascabanjir pada 1-3 Desember 2025 lalu, 200 bungkus makanan hasil pelatihan siswa BPVP Padang, dan selimut. “Melalui BPVP Padang Peduli, kami menunjukkan komitmen ikut serta dalam pemulihan dan memberikan harapan kepada korban bencana, ” kata Kepala BPVP Padang, Arnov.  (jpnn)

Kemnaker Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Warga Aceh, Sumut, dan Sumbar Read More »

BPVP Banda Aceh Peduli Bencana Aceh

BPVP Banda Aceh Peduli Bencana, Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak di Kabupaten Bireuen Banda Aceh — Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana dengan menyalurkan bantuan ke sejumlah lokasi terdampak, khususnya di Kabupaten Bireuen, pada 6 Desember 2025. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, bahan kebutuhan pokok, serta pakaian layak pakai yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah terdampak. Seluruh bantuan ini merupakan hasil donasi dan kepedulian para pegawai BPVP Banda Aceh sebagai bentuk empati serta dukungan nyata bagi masyarakat yang sedang mengalami musibah. Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmad Faisal, didampingi Subkoordinator Pemberdayaan, Andri, serta Subkoordinator Produktivitas, Riki Hamdani, bersama tim BPVP Banda Aceh. Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmad Faisal, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial BPVP Banda Aceh terhadap masyarakat Aceh.“Ini adalah bentuk kepedulian kami sebagai bagian dari masyarakat Aceh. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana, sekaligus memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi ujian ini,” ujarnya. Selain menyalurkan bantuan, kehadiran tim BPVP Banda Aceh juga sekaligus memberikan dukungan moral dan motivasi kepada warga setempat. BPVP Banda Aceh berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari gerakan solidaritas bersama, sekaligus mengajak berbagai pihak untuk terus bahu-membahu membantu masyarakat yang membutuhkan.

BPVP Banda Aceh Peduli Bencana Aceh Read More »

BPVP Banda Aceh Raih Juara Terbaik 1 Kategori Informatif dalam Penghargaan PPID UPT Kemnaker 2025

BPVP Banda Aceh kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara Terbaik 1 kategori Informatif pada ajang monitoring dan evaluasi PPID UPT Kemnaker 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Komisi Informasi Pusat, Dr. Donny Yoesgiantoro, M.M., MPA dan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M, kepada Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmad Faisal, sebagai bentuk apresiasi atas keterbukaan dan kemudahan akses informasi publik. Tahun 2025 menjadi momentum istimewa bagi BPVP Banda Aceh setelah mencatat peningkatan skor menjadi 96,67, naik dari 90,8 di tahun sebelumnya. Capaian ini merupakan hasil kerja tim yang solid dalam menjaga kualitas layanan informasi publik. Penghargaan ini diberikan berdasarkan beberapa indikator penting, seperti kualitas layanan, ketersediaan data, responsivitas, serta konsistensi pengelolaan PPID. BPVP Banda Aceh berkomitmen untuk terus menjadi teladan dalam keterbukaan informasi publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi BPVP Banda Aceh, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh staf untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Keberhasilan ini berdampak positif terhadap peserta pelatihan dan masyarakat luas, karena semakin mudahnya akses informasi mendorong transparansi dan partisipasi aktif dalam berbagai program yang dijalankan. Ke depan, BPVP Banda Aceh bertekad mempertahankan bahkan meningkatkan standar keterbukaan informasi publik. Berbagai inovasi akan terus dilakukan guna memastikan setiap informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat diakses dengan cepat, akurat, dan relevan, sehingga peran BPVP Banda Aceh dalam mendukung dunia kerja dan pendidikan vokasi semakin kuat di masa mendatang. BPVP Banda Aceh Raih Juara Terbaik 1 Kategori Informatif dalam Penghargaan PPID UPT Kemnaker 2025 BPVP Banda Aceh kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara Terbaik 1 kategori Informatif pada ajang monitoring dan evaluasi PPID UPT Kemnaker 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua Komisi Informasi Pusat, Dr. Donny Yoesgiantoro, M.M., MPA dan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Dr. Cris Kuntadi, S.E., M.M, kepada Kepala BPVP Banda Aceh, Rahmad Faisal, sebagai bentuk apresiasi atas keterbukaan dan kemudahan akses informasi publik. Tahun 2025 menjadi momentum istimewa bagi BPVP Banda Aceh setelah mencatat peningkatan skor menjadi 96,67, naik dari 90,8 di tahun sebelumnya. Capaian ini merupakan hasil kerja tim yang solid dalam menjaga kualitas layanan informasi publik. Penghargaan ini diberikan berdasarkan beberapa indikator penting, seperti kualitas layanan, ketersediaan data, responsivitas, serta konsistensi pengelolaan PPID. BPVP Banda Aceh berkomitmen untuk terus menjadi teladan dalam keterbukaan informasi publik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelatihan vokasi dan peningkatan produktivitas. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi BPVP Banda Aceh, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh staf untuk terus memberikan pelayanan terbaik. Keberhasilan ini berdampak positif terhadap peserta pelatihan dan masyarakat luas, karena semakin mudahnya akses informasi mendorong transparansi dan partisipasi aktif dalam berbagai program yang dijalankan. Ke depan, BPVP Banda Aceh bertekad mempertahankan bahkan meningkatkan standar keterbukaan informasi publik. Berbagai inovasi akan terus dilakukan guna memastikan setiap informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat diakses dengan cepat, akurat, dan relevan, sehingga peran BPVP Banda Aceh dalam mendukung dunia kerja dan pendidikan vokasi semakin kuat di masa mendatang.

BPVP Banda Aceh Raih Juara Terbaik 1 Kategori Informatif dalam Penghargaan PPID UPT Kemnaker 2025 Read More »

Kemnaker Luncurkan Kanal ‘Lapor Menaker’ untuk Perkuat Layanan Pengaduan Masyarakat

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan kanal ‘Lapor Menaker’ pada Rabu (12/11/2025) di Ruang Tridharma, Gedung Kemnaker, Jakarta. Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen Kemnaker dalam menghadirkan layanan publik yang mudah diakses, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di bidang ketenagakerjaan. Acara peluncuran turut dihadiri oleh perwakilan Apindo, Kadin, Serikat Pekerja/Serikat Buruh, BPJS Ketenagakerjaan, serta Kepala Dinas bidang ketenagakerjaan dari berbagai daerah, baik secara luring maupun daring. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menjelaskan bahwa kanal ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan, keluhan, maupun pengaduan terkait pelaksanaan norma ketenagakerjaan di lapangan. “Kami berharap dengan hadirnya aplikasi ini, masyarakat semakin mudah menyampaikan informasi, keluhan, dan pengaduan, terutama yang berkaitan dengan norma kerja, norma K3, hubungan industrial yang harmonis, hingga program pemagangan apabila terdapat penyimpangan yang perlu kami tindaklanjuti,” ujar Menaker. Menaker menambahkan, Lapor Menaker menjadi kanal resmi yang mengintegrasikan berbagai jalur pelaporan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terarah. “Sebelum diluncurkan, kami telah melakukan uji coba dan menerima sekitar 600 laporan atau pengaduan. Sebagian besar berkaitan dengan pengupahan dan jaminan sosial. Laporan tersebut kami klasifikasikan — mana yang ditindaklanjuti langsung oleh Kemnaker melalui Pengawas Ketenagakerjaan, mana yang menjadi kewenangan dinas provinsi atau kabupaten/kota, BPJS Ketenagakerjaan, bahkan ada yang perlu kami koordinasikan dengan Desk Ketenagakerjaan Polri,” jelasnya. Ia lebih lanjut menyatakan bahwa keberadaan Lapor Menaker juga menjadi wujud upaya Kemnaker untuk membuka akses komunikasi dua arah dengan masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah. “Selama ini misalnya ada masyarakat yang menyampaikan aduan melalui media sosial seperti Instagram yang tidak selalu bisa kami deteksi secara sistematis. Karena itu, kami berharap semua laporan kini dapat tersatukan melalui kanal resmi Lapor Menaker. Kami juga menjamin kerahasiaan identitas pelapor agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menyampaikan aduan,” tegasnya. Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan laporan atau pengaduan terkait ketenagakerjaan dapat mengunjungi kanal https//lapormenaker.kemnaker.go.id. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker Luncurkan Kanal ‘Lapor Menaker’ untuk Perkuat Layanan Pengaduan Masyarakat Read More »

PBK Non Boarding Batch 6 2025

Pelatihan Vokasi PBK Non Boarding Batch 6 2025 Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Banda Aceh di Tahun Anggaran 2025 kembali membuka pelatihan berbasis kompetensi Non Boarding batch 6 2025 -Pendaftaran Non-Boarding dibuka Tanggal 13-15 Oktober 2025 -Mulai Pelatihan Tanggal 27 September 2025 See More Details Program Pelatihan PBK Batch 6 2025 Non Boarding (Tidak di Asramakan) Menjahit Pakaian Dengan Mesin Menjahit Pakaian Dengan Mesin Menjahit Kebaya Menjahit Kebaya Membuat Hiasan Pakaian dengan Mesin Bordir Manual Membuat Hiasan Pakaian dengan Mesin Bordir Manual Juru Gambar Bangunan Gedung Juru Gambar Bangunan Gedung Perhitungan RAB Pekerjaan Bangunan Perhitungan RAB Pekerjaan Bangunan Plate Welder SMAW 3G-UP/PF Plate Welder SMAW 3G-UP/PF Pengoperasian Instalasi Kontrol Industri Berbasis PLC Pengoperasian Instalasi Kontrol Industri Berbasis PLC Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Atas Atap Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Di Atas Atap Service Sepeda Motor Sistem Injeksi Service Sepeda Motor Sistem Injeksi Peracikan Minuman Kopi Peracikan Minuman Kopi Pengolahan Ikan Pengolahan Ikan Penyangraian Biji Kopi (Coffee Bean Roasting) Penyangraian Biji Kopi (Coffee Bean Roasting) Teknisi Perawatan AC Residential Teknisi Perawatan AC Residential Menjahit Blus Sederhana Menjahit Blus Sederhana Jadwal Tahap Seleksi. Event Details Persyaratan dan Fasilitas Persyaratan Berusia Minimal 18 Tahun Tidak sedang menempuh pendidikan formal dan Tidak sedang berkerja Memilki Orientasi bekerja / wirausaha Memiliki BPJS Kesehatan Aktif terbuka untuk penyandang disabilitas Bersedia mengikuti peraturan yang telah ditetapkan BPVP Banda Aceh Fasilitas Pakaian Kerja Makan Siang Sertifikat Pelatihan (bila lulus) Uji Kompetensi Uang Saku* (berdasar kehardiran)

PBK Non Boarding Batch 6 2025 Read More »

Sinergi Vokasi-Industri-Pemerintah, BPVP Banda Aceh Jalin Kolaborasi untuk Pembangunan Ekonomi Aceh

BANDA ACEH – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda Aceh mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan di Aceh dengan menjalin kolaborasi lintas sektor. Komitmen ini diwujudkan melalui acara Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang mempertemukan BPVP Banda Aceh dengan enam mitra strategis dari kalangan industri, pemerintah, dan akademisi pada hari ini. Keenam mitra yang turut menandatangani kesepakatan tersebut adalah Dinas Sosial Provinsi Aceh, Sentra Darussaadah, BUMN PT Pupuk Iskandar Muda, LP3I UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, serta perusahaan swasta PT Soekaroti Kenyang Bersama. Keberagaman mitra ini menunjukkan sebuah pendekatan komprehensif untuk menciptakan sinergi yang utuh, mulai dari penyediaan calon peserta pelatihan, penyesuaian kurikulum, hingga penyerapan lulusan. Kepala BPVP Banda Aceh dalam sambutannya menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan fondasi penting dalam upaya mewujudkan link and match antara dunia pelatihan vokasi dengan tuntutan riil di lapangan. “Perjanjian ini bukan sekadar seremoni di atas kertas, melainkan sebuah komitmen nyata untuk bergerak bersama. Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan dari BPVP Banda Aceh tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi juga kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh industri dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya. Kerja sama ini akan mencakup beberapa program konkret, di antaranya program pemagangan bagi peserta pelatihan, penyediaan tenaga ahli dari industri sebagai instruktur tamu, sinkronisasi kurikulum pelatihan agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar, serta rekrutmen langsung bagi lulusan berprestasi. Keterlibatan institusi pendidikan seperti UIN Ar-Raniry dan Politeknik Negeri Lhokseumawe juga akan memperkaya aspek akademis dan inovasi dalam metode pelatihan. Dengan adanya sinergi yang kuat ini, diharapkan dapat tercipta sebuah siklus positif: industri mendapatkan tenaga kerja yang kompeten, lembaga pendidikan dan pelatihan menghasilkan lulusan yang relevan, dan pemerintah berhasil menekan angka pengangguran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa BPVP Banda Aceh proaktif dalam membangun jembatan yang kokoh antara pencari kerja dan penyedia lapangan kerja di Provinsi Aceh.

Sinergi Vokasi-Industri-Pemerintah, BPVP Banda Aceh Jalin Kolaborasi untuk Pembangunan Ekonomi Aceh Read More »