Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

Banda Aceh – Pembukaan Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder untuk mendukung program pelatihan sinegritas pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, dilaksanakan di Hotel Grand Nanggroen pada Rabu (8/12/2021). Acara dilaksanakan selama 2 hari 13 – 14 Desember 2021 Rakor dihadiri oleh Direktur Bina Intala Ditjen Binalavotas Kemnaker RI, Syamsi Hari, SE, MM, Staf Ahli Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Setda Aceh, Iskandar Sukri, MM, MT, beserta stakeholder lainnya seperti, Kadin Aceh, Forum UMKM Aceh, FKLPI Aceh, FKJP Aceh, perwakilan SDC Kota Banda Aceh dan organisasi kepemudaan yaitu KNPI Aceh. Dalam rakor ini akan membahas mengenai bagaimana pengembangan pelatihan sesuai dengan kebutuhan daerah, mengingat setiap daerah memiliki kebutuhan tenaga kerja yang berbeda-beda, mengingat indutri di Aceh yang sedang tumbuh dengan baik kebutuhan tenaga kerja baru juga akan bertumbuh baik ituĀ  secara kualitas maupun kuantitas. Dalam laporan penyelenggaraan kepala BLK Banda Aceh Rahmad Faisal, S.T., menyampaikan bahwa saat ini BLK Banda Aceh dapat menyiapkan tenaga kerja untuk sektor industri, pekerja kreatif, wisata, dan UMKM, mengingat 34 % lulusan pelatihan BLK Banda Aceh merupakan pekerja mandiri. BLK Banda Aceh memiliki beberapa jenis pelatihan seperti pelatihan Boarding dan Non Boarding yang dilaksanakan di BLK Banda Aceh, mobile training unit (MTU) yang pelatihannya dilaksanakan di Gampong di berbagai daerah dengan fasilitas peralatan yang dibawa oleh Truk MTU milik BLK Banda Aceh, pelatihan di UPTD BLK di 11 Kabupaten kota di Provinsi Aceh, pelatihan kerjasama dengan dunia industri yang saat ini sedang berjalan dengan PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Staf Ahli Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Setda Aceh, Iskandar Sukri, MM, MT, mengungkapkan bahwa sinegritas antara pusat dan daerah diharapkan dapat berdampak langsung mengurangi kemiskinan dan penganguran di Aceh. Selain mengucapkan terimakasih atas kehadiran Stakeholder, Direktur Bina Intala Ditjen Binalavotas Kemnaker RI, Syamsi Hari, SE, MM, juga menyampaikan bahwa ASN memiliki tangung jawab untuk memberikan kemudahan dan jalan bagi para pencari kerja. BLK Banda Aceh sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat dapat digunakan oleh Provinsi Aceh untuk memajukan dan mensejahterakan Aceh. BLK Banda Aceh juga dapat berkolaborasi dengan desa dengan memanfaatkan dana desa untuk melatih masyarakat desa sesuai dengan kebutuhan dan sumberdaya di desa sehingga masyarkat dapat memiliki usaha mandiri di desa atau membangun BUMD. TIM Media Sosial  

Rapat Koordinasi Bersama Stakeholder Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Read More Ā»

Pengukuhan dan Rapat Kerja Forum SDC (Skill Development Center) Kota Banda Aceh

Banda Aceh -Pengukuhan dan rapat kerja Forum SDC (Skill Development Center) Kota Banda Aceh di Hotel Kryad Muraya Banda Aceh pada Rabu (24/11/2021) Acara dihadiri oleh Kepala BLK Banda Aceh, Rahmad Faisal, S.T., Asisten Perekonomian dan Pembangunan kota Banda Aceh, Wahyudi, S.STP., Kepala Dinas Tenaga Kerja kota Banda Aceh, Mairul Hamzami, SE, M.Si., Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Weri, SE, MA., dan Ketua FKLPID Aceh, Muhammad Ikhsan, S.T., M.Si. Pada pengukuhan dan rapat kerja Forum SDC (Skill Development Center) diahadiri oleh peserta dari stakeholder kota Banda Aceh dan pihak akademisi. Pengukuhan ini diharapkan dapat mempermudah pihak terkait untuk melakukan kerja kedepannya, sehingga lebih efektif dan efisien. SDC Kota Banda Aceh diharapkan dapat menangani masalah penganguran/ketenagakerjaan kepada pemerintah daerah dengan pendampingan dan asistensi dari Pemerintah Pusat dan Provinsi. SDC harus dibentuk oleh, dari dan untuk daerah sebagai wujud dari komitmen daerah dengan melibatkan unsur pemerintahan dengan ruang lingkup terkecil (Kecamatan/kelurahan) dan melakukan Analisis baseline data terkait Ā Data kebutuhan Naker DUDI, Data pengangguran dan Data lembaga diklat dan dengan memperhatikan Local Wisdom.Ā  SDC juga harus memanfaatkan sumber daya yang telah tersedia didaerah, dengan membentuk Pusat-Pusat Pengembangan Ketrampilan Daerah (Regional for Skill Development Center)Ā  dengan Workplace sebagai Ujung Tombak (Spearhead). Secara garis besar dengan adanya SDC ini, pemangku kepentingan dapat lebih fokus dalam meningkatkan kinerjanya, DUDI selaku penerima tenaga kerja menyampaikan kebutuhan tenaga kerja kepada FKLPID, BLK Banda Aceh akan melatih masyarakat sesuai dengan kebutuhan DUDI yang disampaikan oleh FKLPID, sehingga DUDI mendapatkan tenaga kerja yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.   TIM Media Sosial

Pengukuhan dan Rapat Kerja Forum SDC (Skill Development Center) Kota Banda Aceh Read More Ā»

Kemnaker Dorong Pemerintah Desa Fokus Tingkatkan SDM Kompeten

Bekasi– Kementerian KetenagakerjaanĀ  mendorong perangkat desa di Indonesia untuk terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) bagi masyarakat desa melalui pelatihan kerja, baik pelatihan berbasis kompetensi maupun dengan sistem pemagangan. “Saya mengajak perangkat desa dari seluruh Indonesia yang hadir dalam acara ini agar fokus pembangunan desa tidak hanya sekedar pada pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana saja, melainkan kompetensi SDM juga perlu ditingkatkan,” ujar Sekretaris Jenderal Kemnaker, Anwar Sanusi, saat membuka Sosialisasi Pelatihan Vokasi dan pemagangan bagi Assosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (28/11). Sekjen Anwar mengatakan, dalam rangka meningkatkan kompetensi masyarakat desa tersebut, telah dilakukan Nota Kesepahaman Bersama antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tentang Sinergi Program Penumbuhan dan Pengembangan Kewirausahaan dalam rangka Pengurangan Pengangguran dan Peningkatan Perekonomian Berbasis Desa. Tiga Kementerian tersebut sepakat untuk melakukan kerja sama dalam ruang lingkup penumbuhkembangan kewirausahaan perdesaan; pengembangan SDM unggul perdesaan; pengembangan perekonomian perdesaan; serta pengembangan dan integrasi data dan informasi terkait dengan pengembangan ekonomi desa. “Untuk menindaklanjuti Kesepahaman Bersama tersebut, saya mengharapkan, Para Kepala Desa melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan kerja bagi warga desanya masing-masing, serta mengalokasikan Dana Desa agar masyarakat desa dapat berpartisipasi mengikuti pelatihan kerja di berbagai Balai Latihan Kerja Pemerintah,” katanya. Sekjen anwar menyebut bahwa perangkat desa harus aktif dalam memberikan akses dalam mengawal masyarakat desa untuk bisa berkesempatan mengikuti pelatihan kerja baik di Balai-balai, baik di Balai Latihan Kerja milik Kemnaker, pemerintah daerah, maupun yang dimiliki berbasis komunitas, salah satunya melalui BLK Komunitas. “Potensi anak-anak muda di desa saat ini masih belum dioptimalkan, mereka kalau diberikan akses pelatihan maupun magang di bidang industri maupun di bidang pertanian, tentu akan berdampak positif juga nantinya untuk perekonomian desa yang mandiri,” jelas Anwar. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker Dorong Pemerintah Desa Fokus Tingkatkan SDM Kompeten Read More Ā»

Penutupan Pelatihan Teknisi AC dan Pembukaan Pelatihan Barista di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM)

Penutupan Pelatihan Teknisi AC dan Pembukaan Pelatihan Barista di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM)Ā  dihadiri oleh Kepala BLK Banda Aceh, Rahmad Faisal, Vice President PKBL dan Humas, Nasrun, S.H., Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID), Adli Azhary Riswan, dan Keuchik Kecamatan Dewantara, Nawafil Mahyuda, S. STP., pada Senin (22/11/21) di Gedung Diklat PT. PIM.   Keuchik Kecamatan Dewantara menyampaikan bahwa PT. PIMĀ  sangat semangat membantu warga di sekitar PT. PIM untuk megembangkan kemampuan anak muda. PT. PIM juga membantu anak muda untuk mengubah cara berpikir yang beranggapan setelah tamat sekolah harus bekerja di PT. PIM atau perusahaan, tapiĀ  anak muda dapat berwirausaha dengan kemampuan yang dimiliki dan modal yang sedikit serta memaksimalkan peluang yang ada di sekitar.Ā    Kepala BLK Banda Aceh, Rahmad Faisal menekankan bahwa kreativitas sangat dibutuhkan saat ini, dengan kreativitas kita dapat memaksimalkan potensi yang ada di daerah kita, seperti barista dapat buat cafe dengan view persawahan, pegunungan ataupun pantai. Memulai usaha harus berani cari modal yg minim namun dapat berjalan, memiliki konsep, menarik, bentuk kelompok sehingga dapat tukar pikiran dan saling mendukung.Ā    Vice President PKBL dan Humas PT. PIM, Nasrun, S.H. mengatakan bahwa soft skill sangat penting dimiliki oleh seorang pekerja.Ā  Seperti pekerja AC, selain harus dapat menservice AC pekerja harus dapat menyelesaikan pekerjaannya tanpa meninggalkan bekas pengerjaannya di rumah konsumen, selain itu juga dapat bertanggung jawab karena kita pekerja AC masuk ke ruangan pribadi pelanggan yang mungkin terdapat barang berharga atau semacamnya yang harus dijaga.   Acara ini juga dihadiri oleh instruktur AC Jamil dan instruktur Barista Wafi serta Tim dari PT PIM dan BLK Banda Aceh   TIM Media Sosial

Penutupan Pelatihan Teknisi AC dan Pembukaan Pelatihan Barista di PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) Read More Ā»

Matching Program Pelatihan Kerja antara BLK Banda Aceh, FKLPID, dan DUDI di Provinsi Aceh

Banda Aceh – Matching Program Pelatihan Kerja antara BLK Banda Aceh, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID), dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dilaksanakan diĀ  Ā Hotel Kryad Muraya Banda Aceh pada Sabtu (20/11/21) Acara dihadiri oleh Kepala BLK Banda Aceh, Rahmad Faisal, S.T., Kabid Hubungan Industrial Mobduk, Irfansyah Siregar, S.E. Ak, M.Si., Kabid Perencanaan & Pengembangan Iklim Penanaman ModalĀ DPM PTSP Aceh, Ramadhani, M. Bus., Ketua FKLPI Pusat,Ā  Yusup Adriyanto, dan Ketua FKLPID Aceh, Muhammad Ikhsan, S.T., M.Si. Peserta yang dihadiri peserta dari unsur pengusaha dan pelaku usaha dari berbagai bidang di Provinsi Aceh dan kota Banda Aceh, baik itu perusahaan, pelaku usaha mikro, dan usaha kreatif yang ada di Aceh. Pembukaan acara dilakukan oleh Kadisnaker Mobduk, Irfansyah Siregar, S.E. Ak, M.Si. setelah laporan pemaparan penyelenggara oleh kepala BLK Banda Aceh. Selanjutnya acara diisi oleh Kadis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) yang menyampaikan tentang peluang ketenagakerjaan berdasarkan data investasi di Provinsi Aceh 2021 dan 2022. Stabilitas politik dan keamanan masih menjadi faktor utama penghambat iklim infestasi di Provinsi Aceh. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry, and Fishing menjadi penyumbang lapangan pekerjaan utama disusul oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran seperti Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles.Ā  Kepala BLK Banda Aceh meyampaikan Kebijakan pelatihan Berbasis kompetensi dan fungsi Balai Latihan Kerja yang saat ini memiliki 11 UPTD BLK Binaan di Provinsi Aceh dan 50 BLK Komunitas yang juga tersebar di seluruh Provinsi Aceh yang dapat memungkinkan bersinegri dengan Perusahaan disekitar UPTD. BLK Banda Aceh juga dapat menguji dan mengeluarkan sertifikat BNSP bagiĀ  peserta yang lulus Uji Kompetensi. Yusup Adriyanto selaku ketua FKLPI Pusat menyampaikan peran dan tugas FKLPID untuk mendukung sinergi DUDI dengan BLK. BLK selaku penyedia tenaga kerja yang kompeten dan DUDI selaku pencari tenaga kerja yang kompeten harus memiliki penghubung, penghubung antara DUDI dan BLK yaitu FKLPID, sehingga DUDI dapat menyampaikan jenis kompetensi apa yang dibutuhkan ke BLK dan BLK akan melatih peserta sesuai dengan kebutuhan DUDI. Ketua FKLPID Aceh Muhammad Ikhsan, S.T., M.Si., menyampaikan program FKLPID yang sedang maupun yang sudah berlangsung. Kegiatan sejalan dengan tugas dan peran FKLPID sebagai penghubung antara DUDI dengan BLK dalam hal ini BLK Banda Aceh selaku mitra dari FKLPID Aceh. Saat ini FKLPID Aceh telah menjalin kerjasama dengan UPTP BLK Binaan yang tersebar di 11 Kabupaten/kota di Aceh, namun belum maksimal akibat saat ini FKLPID di kabupaten/kota belum terbentuk, maka diharapkan dari acara ini dapat terbentuk FKLPID di setiap kabupaten/kota di Aceh. FKLPID juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha dan perusahaan lainya untuk ikut andil dalam perkembangan FKLPID kedepannya.   Tim Sosial Media

Matching Program Pelatihan Kerja antara BLK Banda Aceh, FKLPID, dan DUDI di Provinsi Aceh Read More Ā»

DPR Apresiasi Tren Positif Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan

Jakarta–Kalangan Komisi IX DPR memberikan apresiasi atas keberhasilan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan yang mengalami tren pencapaian meningkat di tahun 2020 dibandingakan tahun 2019. Trend positif tersebut terlihat dari kondisi keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan yang mencakup sembilan indikator utama pembangunan ketenagakerjaan. Anggota Komisi IX DPR Aliyah Mustika Ilham (Fraksi Partai Demokrat). Dari paparan yang dijelaskan Menaker Ida, legislator dari dapil Sulsel I menilai capaian IPK tahun 2020 dibandingkan tahun 2019Ā  cenderung meningkat, dari seluruh indikator “Berdasarkan data tersebut, daya juga menyampaikan apresiasi kepada ibu Menteri dan jajarannya karena di era pandemik, dari semua indikator IPKĀ  tetap terjadi peningkatan, ”Ā  kata Aliyah Mustika Ilham dalam rapat kerja dengan Menaker dan BPJS Ketenagakerjaan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/11/2021). Pujian senada disampaikan oleh Netty Prasetyani dari Fraksi PKS yang menilai IPK membuat pihaknya optimistis karena telah mencapai sasaran terutama IPK kedelapan yakni pengupahan dan kesejahteraan pekerja. “IPK membuat kita optimis yang menjadi salah satu indikator pembangunan ketenagakerjaan yang meliputi sembilan aspek, ” ujar wakil rakyat dari dapil Jawa Barat tersebut. Apresiasi lainnya juga disampaikan oleh Anggota Fraksi PKB, Nur Yasin yang telah erhasil mencapai tren positif dalam konteks ketenagakerjaan di masa pandemi COVID-19. “Saya apreciate presentasi Bu Menteri telah mencapai kemajuan-kemajuan yang kita harapkan, ”Ā  ujar Nur Yasin. Biro Humas Kemnaker

DPR Apresiasi Tren Positif Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Read More Ā»

Hadapi Persaingan Dunia Kerja, Menaker Minta Generasi Milenial Tingkatkan Keterampilan

Jakarta–Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta kepada generasi milenial untuk terus meningkatkan keterampilannya agar mampu bersaing di dunia kerja. “Paculah kemampuan Kalian setingi-tingginya untuk penguasaan teknologi, kompetensi kerja, dan sering melakukan kolaborasi positif, sehingga dapat memenangkan peluang persaingan dunia kerja yang ada,” ujar Menaker. Menaker menyampaikan hal tersebut saat menyampaikan keynote speech pada Webinar Dewas Menyapa Indonesia, Rabu (10/11/2021) secara virtual. Webinar tersebut bertajuk ā€œHow Millenial Leaders Will Change Indonesiaā€. Menaker mengemukakan bahwa potret kondisi Ketenagakerjaan Nasional berdasarkan Data BPS per Agustus 2021 menunjukkan penduduk usia kerja di Indonesia saat ini sebanyak 206,71 juta orang, terdiri atas 140,15 juta orang merupakan angkatan kerja dan 66,56 juta orang merupakan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja tersebut terdiri dari penduduk yang bekerja sebanyak 131,05 juta orang dan pengangguran terbuka sebanyak 9,10 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,49%. Menurutnya, penduduk yang bekerja dari sisi pendidikan mayoritas adalah lulusan SMP ke bawah. Dari kondisi ini, dapat dilihat bahwa penduduk yang bekerja masih didominasi pekerja yang kurang terampil (low skill). “Kondisi ini tentunya memberikan tantangan bagi kita semua untuk dapat terus memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di Indonesia melalui peningkatan kualitas, kuantitas dan persebaran sumber daya manusia (SDM) Tenaga Kerja,” ucapnya. Ia menambahkan, pandemi COVID-19 berdampak pada peningkatan pemanfaatan teknologi yang mampu mengubah wajah industri dan ekonomi baik ditingkat nasional maupun global. Menurutnya, inovasi teknologi dan bisnis baru bersama-sama dengan perubahan preferensi konsumen akan terus berlanjut mengubah produksi global. Hal itu akan berdampak pada pasar tenaga kerja dan jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh industri. “Oleh karena itu, generasi millenial harusĀ  menguasai teknologi mengingat digitalisasi ekonomi memerlukan keahlian yang berbeda dengan era sebelumnya,” ucapnya. Biro Humas Kemnaker

Hadapi Persaingan Dunia Kerja, Menaker Minta Generasi Milenial Tingkatkan Keterampilan Read More Ā»

Kemnaker: Pekerjakan Penyandang Disabilitas Mampu Tingatkan Prestise PerusahaanKemnaker: Pekerjakan Penyandang Disabilitas Mampu Tingatkan Prestise Perusahaan

Jakarta–Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meyakini mempekerjakan penyandang disabilitas mampu memberikan benefit/nilai tambah terhadap reputasi, prestise, dan nama baik perusahaan, sebagai entitas yang berkomitmen dalam mewujudkan dunia kerja inklusif, dalam penghormatan asas kesetaraan. “Saya mengimbau semua pelaku usaha untuk semakin terbuka dan memberikan akses kesempatan kerja bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas, mengingat mereka berhak berpartisipasi dan berperan serta dalam pembangunan untuk mencapai kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” kata Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi saat membuka Rakor Percepatan Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, sebagai bentuk komitmen Bangsa Indonesia untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, pemerintah diwajibkan memberikan apresiasi kepada badan hukum yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Pemberian penghargaan dalam berbagai bentuk tersebut diharapkan dapat memotivasi badan hukum, khususnya perusahaan pemberi kerja untuk terus berkomitmen dan semakin terbuka mewujudkan pelindungan dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan. “Saat ini dunia usaha sangat memerlukan dukungan fasilitasi, akomodasi yang layak berupa peralatan produksi atau peralatan kerja yang membantu keberlanjutan usaha maupun keberlanjutan kerja para penyandang disabalitas,” ujar Anwar Sanusi. Ditegaskan Anwar Sanusi, UU Nomor 8 Tahun 2016 juga sebagai bentuk komitmen Bangsa Indonesia untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, sesuai dengan prinsip-prinsip dari Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas (Conventions on The Rights of Persons with Disabilities). Dalam konvensi tersebut, telah digarisbawahi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas menjadi bagian penghormatan hak asasi agar mereka mampu berpartisipasi sebagai subjek pembangunan atas dasar kesetaraan, termasuk dalam hal ini hak para penyandang disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan. Ditambahkan Anwar Sanusi, saat ini arah kebijakan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas di Indonesia dilakukan secara inklusif. Artinya siapa saja dan apapun kondisinya berhak mendapatkan pekerjaan yang layak. “Saya berharap rapat koordinasi hari ini menjadi momentum yang penting dilihat dari sisi ketenagakerjaan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas di wilayah provinsi dan kabupaten/kota,” katanya. Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan dan data dari Dinas yang Membidangi Ketenagakerjaan Provinsi dan Kabupaten/Kota per Januari 2021, tercatat perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas sebanyak 551 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja disabilitas sebanyak 4.453 orang dari total tenaga kerja yang bekerja sebesar 536.094 orang. “Dilihat dari rasio kebekerjaan saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang telah bekerja secara formal, tentu masih terhitung rendah,” kata Anwar Sanusi. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker: Pekerjakan Penyandang Disabilitas Mampu Tingatkan Prestise PerusahaanKemnaker: Pekerjakan Penyandang Disabilitas Mampu Tingatkan Prestise Perusahaan Read More Ā»

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kemnaker Terus Dorong Program Pemagangan

Yogyakarta–Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Ditjen Binalavotas selalu mendorong pola pelatihan pemagangan baik dalam dan luar negeri sebagai upaya percepatan peningkatan kompetensi melalui penguasaan teknologi terkini yang digunakan di industri. Salah satu negara tujuan dari program pemagangan ini adalah Jepang yang dikenal memiliki tingkat disiplin dan etos kerja tinggi selain dari sisi teknologinya. “Oleh karena itu program pemagangan luar negeri, khususnya ke Jepang dimaksudkan agar peserta magang bisa menerapkan disiplin dan etos kerja sekembalinya ke Indonesia. Ini penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di era globalisasi,” ujar Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusdie Cakrawangsa, dalam Rapat Koordinasi Pemagangan Alumni Luar Negeri di Yogyakarta. Caswiyono mengatakan, sampai saat ini pengiriman peserta program pemagangan ke luar negeri sebagian besar berada di kawasan Asia khususnya Jepang yang dimulai sejak tahun 1993 dan sampai saat ini telah diberangkatkan sebanyak 85.415 orang peserta pemagangan. “Program ini merupakan salah satu program unggulan dalam upaya meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja muda Indonesia,” katanya. Ia menjelaskan, peserta program pemagangan ini sebelum berangkat ke Jepang terlebih dahulu menjalani pelatihan pra pemberangkatan yang dilaksanakan 4 s.d 5 bulan untuk mempersiapkan para calon pemagang dalam hal bahasa, budaya, serta mempersiapkan fisik, mental, dan kedisiplinan untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi di Jepang selama program pemagangan 3 s.d 5 tahun. Pasca magang, menurut Caswiyono, para alumni peserta pemagangan diharapkan dapat bekerja pada perusahaan Jepang atau mendirikan usaha mandiri di Indonesia. “Saya berharap para pengusaha atau calon pengusaha alumni program pemagangan di Jepang yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Kenshuse Indonesia (IKAPEKSI) dapat menjadi mentor bagi para pemagang untuk membangun usaha mandiri,” kata Caswiyono. Caswiyono menegaskan, program pemagangan luar negeri telah membawa manfaat cukup besar terhadap perkembangan teknologi di Indonesia dan membawa dampak positif terhadap perubahan etos kerja para pemuda yang berhasil melaksanakan program magang di luar negeri. Sehingga menjadi tenaga kerja kompeten dan dapat bersaing tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. “Menaker Ida Fauziyah dalam arahannya selalu menekankan agar dari program pemagangan ini dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran yang ada,” ucap Caswiyono Rusdie. Biro Humas Kemnaker

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kemnaker Terus Dorong Program Pemagangan Read More Ā»

Penilaian Zona Integritas (ZI) di BLK Banda Aceh

Banda Aceh – Kepala BLK Banda Aceh, Rahmad Faisal beserta jajaran mempresentasikan penerapan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang sudah diterapkan pada BLK Banda Aceh, yang didampingi oleh pokja pembetukan zona integritas. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PANRB) melakukan evaluasi Zona Integritas di BLK Banda Aceh melalui Video Conference (Virtual Meeting) beserta kepala balai latihan kerja dan jajarannya di gedung kios 3in1 BLK Banda Aceh pada Selasa, (02/11/2021). Hal ini dalakukan untuk penerapan Zona Integritas (ZI) menuju WBK dan WBBM ada 6 perubahan yang harus dilakukan. Manajemen Perubahan Bertujuan untuk mengubah secara sistematis dan konsisten mekanisme kerja, pola pikir, serta budaya kerja individu pada Satuan Kerja yang dibangun, menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran pembangunan zona integritas. Penataan Tatalaksana Bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, dan terukur pada Zona Integritas Menuju WBK/WBBM. Penataan Sistem Manajemen di lingkungan BLK Banda Aceh bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme SDM BLK Banda Aceh pada Zona Integritas Menuju WBK/WBBM. Penguatan Akuntabilitas bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja BLK Banda Aceh Penguatan Pengawasan bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan organisasi BLK Banda Aceh yang bersih dan bebas KKN. Peningkatan kualitas pelayanan publik bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan publik sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat Masyarakat melakukan pendaftaran dan konsultasi secara online juga merupakan kemudahan dan transparansi yang dilakukan BLK Banda Aceh . Peningkatan peran sosial media dalam usaha mendekatkan diri dengan masyarakat serta percepatan penyampaian informasi dan pelayanan bagi masyarakat, sehingga masyarakatĀ  dapat bertanya dan mendapatkan informasi secara akurat tanpa harus mengunjungi BLK Banda Aceh. Dengan dilakukan kegiatan ini diharapkan BLK Banda Aceh menjadi unit kerja yang menerapkan Zona Integritas (ZI) dalam menjalankan fungsinya. Masukan dan saran dari berbagai kalangan masyarakat sangat membantu dalam pengembangan dan inovasi yang dapat dilakukan oleh BLK Banda Aceh.   Tim Media Sosisal

Penilaian Zona Integritas (ZI) di BLK Banda Aceh Read More Ā»