Matching Program Pelatihan Kerja antara BLK Banda Aceh, FKLPID, dan DUDI di Provinsi Aceh

Banda Aceh – Matching Program Pelatihan Kerja antara BLK Banda Aceh, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID), dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dilaksanakan di   Hotel Kryad Muraya Banda Aceh pada Sabtu (20/11/21) Acara dihadiri oleh Kepala BLK Banda Aceh, Rahmad Faisal, S.T., Kabid Hubungan Industrial Mobduk, Irfansyah Siregar, S.E. Ak, M.Si., Kabid Perencanaan & Pengembangan Iklim Penanaman Modal DPM PTSP Aceh, Ramadhani, M. Bus., Ketua FKLPI Pusat,  Yusup Adriyanto, dan Ketua FKLPID Aceh, Muhammad Ikhsan, S.T., M.Si. Peserta yang dihadiri peserta dari unsur pengusaha dan pelaku usaha dari berbagai bidang di Provinsi Aceh dan kota Banda Aceh, baik itu perusahaan, pelaku usaha mikro, dan usaha kreatif yang ada di Aceh. Pembukaan acara dilakukan oleh Kadisnaker Mobduk, Irfansyah Siregar, S.E. Ak, M.Si. setelah laporan pemaparan penyelenggara oleh kepala BLK Banda Aceh. Selanjutnya acara diisi oleh Kadis Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) yang menyampaikan tentang peluang ketenagakerjaan berdasarkan data investasi di Provinsi Aceh 2021 dan 2022. Stabilitas politik dan keamanan masih menjadi faktor utama penghambat iklim infestasi di Provinsi Aceh. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/Agriculture, Forestry, and Fishing menjadi penyumbang lapangan pekerjaan utama disusul oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran seperti Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles.  Kepala BLK Banda Aceh meyampaikan Kebijakan pelatihan Berbasis kompetensi dan fungsi Balai Latihan Kerja yang saat ini memiliki 11 UPTD BLK Binaan di Provinsi Aceh dan 50 BLK Komunitas yang juga tersebar di seluruh Provinsi Aceh yang dapat memungkinkan bersinegri dengan Perusahaan disekitar UPTD. BLK Banda Aceh juga dapat menguji dan mengeluarkan sertifikat BNSP bagi  peserta yang lulus Uji Kompetensi. Yusup Adriyanto selaku ketua FKLPI Pusat menyampaikan peran dan tugas FKLPID untuk mendukung sinergi DUDI dengan BLK. BLK selaku penyedia tenaga kerja yang kompeten dan DUDI selaku pencari tenaga kerja yang kompeten harus memiliki penghubung, penghubung antara DUDI dan BLK yaitu FKLPID, sehingga DUDI dapat menyampaikan jenis kompetensi apa yang dibutuhkan ke BLK dan BLK akan melatih peserta sesuai dengan kebutuhan DUDI. Ketua FKLPID Aceh Muhammad Ikhsan, S.T., M.Si., menyampaikan program FKLPID yang sedang maupun yang sudah berlangsung. Kegiatan sejalan dengan tugas dan peran FKLPID sebagai penghubung antara DUDI dengan BLK dalam hal ini BLK Banda Aceh selaku mitra dari FKLPID Aceh. Saat ini FKLPID Aceh telah menjalin kerjasama dengan UPTP BLK Binaan yang tersebar di 11 Kabupaten/kota di Aceh, namun belum maksimal akibat saat ini FKLPID di kabupaten/kota belum terbentuk, maka diharapkan dari acara ini dapat terbentuk FKLPID di setiap kabupaten/kota di Aceh. FKLPID juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha dan perusahaan lainya untuk ikut andil dalam perkembangan FKLPID kedepannya.   Tim Sosial Media

Matching Program Pelatihan Kerja antara BLK Banda Aceh, FKLPID, dan DUDI di Provinsi Aceh Read More »

DPR Apresiasi Tren Positif Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan

Jakarta–Kalangan Komisi IX DPR memberikan apresiasi atas keberhasilan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan yang mengalami tren pencapaian meningkat di tahun 2020 dibandingakan tahun 2019. Trend positif tersebut terlihat dari kondisi keberhasilan pembangunan ketenagakerjaan yang mencakup sembilan indikator utama pembangunan ketenagakerjaan. Anggota Komisi IX DPR Aliyah Mustika Ilham (Fraksi Partai Demokrat). Dari paparan yang dijelaskan Menaker Ida, legislator dari dapil Sulsel I menilai capaian IPK tahun 2020 dibandingkan tahun 2019  cenderung meningkat, dari seluruh indikator “Berdasarkan data tersebut, daya juga menyampaikan apresiasi kepada ibu Menteri dan jajarannya karena di era pandemik, dari semua indikator IPK  tetap terjadi peningkatan, ”  kata Aliyah Mustika Ilham dalam rapat kerja dengan Menaker dan BPJS Ketenagakerjaan di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/11/2021). Pujian senada disampaikan oleh Netty Prasetyani dari Fraksi PKS yang menilai IPK membuat pihaknya optimistis karena telah mencapai sasaran terutama IPK kedelapan yakni pengupahan dan kesejahteraan pekerja. “IPK membuat kita optimis yang menjadi salah satu indikator pembangunan ketenagakerjaan yang meliputi sembilan aspek, ” ujar wakil rakyat dari dapil Jawa Barat tersebut. Apresiasi lainnya juga disampaikan oleh Anggota Fraksi PKB, Nur Yasin yang telah erhasil mencapai tren positif dalam konteks ketenagakerjaan di masa pandemi COVID-19. “Saya apreciate presentasi Bu Menteri telah mencapai kemajuan-kemajuan yang kita harapkan, ”  ujar Nur Yasin. Biro Humas Kemnaker

DPR Apresiasi Tren Positif Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan Read More »

Hadapi Persaingan Dunia Kerja, Menaker Minta Generasi Milenial Tingkatkan Keterampilan

Jakarta–Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, meminta kepada generasi milenial untuk terus meningkatkan keterampilannya agar mampu bersaing di dunia kerja. “Paculah kemampuan Kalian setingi-tingginya untuk penguasaan teknologi, kompetensi kerja, dan sering melakukan kolaborasi positif, sehingga dapat memenangkan peluang persaingan dunia kerja yang ada,” ujar Menaker. Menaker menyampaikan hal tersebut saat menyampaikan keynote speech pada Webinar Dewas Menyapa Indonesia, Rabu (10/11/2021) secara virtual. Webinar tersebut bertajuk “How Millenial Leaders Will Change Indonesia”. Menaker mengemukakan bahwa potret kondisi Ketenagakerjaan Nasional berdasarkan Data BPS per Agustus 2021 menunjukkan penduduk usia kerja di Indonesia saat ini sebanyak 206,71 juta orang, terdiri atas 140,15 juta orang merupakan angkatan kerja dan 66,56 juta orang merupakan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja tersebut terdiri dari penduduk yang bekerja sebanyak 131,05 juta orang dan pengangguran terbuka sebanyak 9,10 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 6,49%. Menurutnya, penduduk yang bekerja dari sisi pendidikan mayoritas adalah lulusan SMP ke bawah. Dari kondisi ini, dapat dilihat bahwa penduduk yang bekerja masih didominasi pekerja yang kurang terampil (low skill). “Kondisi ini tentunya memberikan tantangan bagi kita semua untuk dapat terus memperbaiki kondisi ketenagakerjaan di Indonesia melalui peningkatan kualitas, kuantitas dan persebaran sumber daya manusia (SDM) Tenaga Kerja,” ucapnya. Ia menambahkan, pandemi COVID-19 berdampak pada peningkatan pemanfaatan teknologi yang mampu mengubah wajah industri dan ekonomi baik ditingkat nasional maupun global. Menurutnya, inovasi teknologi dan bisnis baru bersama-sama dengan perubahan preferensi konsumen akan terus berlanjut mengubah produksi global. Hal itu akan berdampak pada pasar tenaga kerja dan jenis keterampilan yang dibutuhkan oleh industri. “Oleh karena itu, generasi millenial harus  menguasai teknologi mengingat digitalisasi ekonomi memerlukan keahlian yang berbeda dengan era sebelumnya,” ucapnya. Biro Humas Kemnaker

Hadapi Persaingan Dunia Kerja, Menaker Minta Generasi Milenial Tingkatkan Keterampilan Read More »

Kemnaker: Pekerjakan Penyandang Disabilitas Mampu Tingatkan Prestise PerusahaanKemnaker: Pekerjakan Penyandang Disabilitas Mampu Tingatkan Prestise Perusahaan

Jakarta–Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meyakini mempekerjakan penyandang disabilitas mampu memberikan benefit/nilai tambah terhadap reputasi, prestise, dan nama baik perusahaan, sebagai entitas yang berkomitmen dalam mewujudkan dunia kerja inklusif, dalam penghormatan asas kesetaraan. “Saya mengimbau semua pelaku usaha untuk semakin terbuka dan memberikan akses kesempatan kerja bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas, mengingat mereka berhak berpartisipasi dan berperan serta dalam pembangunan untuk mencapai kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” kata Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi saat membuka Rakor Percepatan Penyelenggaraan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Ketenagakerjaan. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, sebagai bentuk komitmen Bangsa Indonesia untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, pemerintah diwajibkan memberikan apresiasi kepada badan hukum yang mempekerjakan penyandang disabilitas. Pemberian penghargaan dalam berbagai bentuk tersebut diharapkan dapat memotivasi badan hukum, khususnya perusahaan pemberi kerja untuk terus berkomitmen dan semakin terbuka mewujudkan pelindungan dan pemenuhan hak Penyandang Disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan. “Saat ini dunia usaha sangat memerlukan dukungan fasilitasi, akomodasi yang layak berupa peralatan produksi atau peralatan kerja yang membantu keberlanjutan usaha maupun keberlanjutan kerja para penyandang disabalitas,” ujar Anwar Sanusi. Ditegaskan Anwar Sanusi, UU Nomor 8 Tahun 2016 juga sebagai bentuk komitmen Bangsa Indonesia untuk menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, sesuai dengan prinsip-prinsip dari Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas (Conventions on The Rights of Persons with Disabilities). Dalam konvensi tersebut, telah digarisbawahi pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas menjadi bagian penghormatan hak asasi agar mereka mampu berpartisipasi sebagai subjek pembangunan atas dasar kesetaraan, termasuk dalam hal ini hak para penyandang disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan. Ditambahkan Anwar Sanusi, saat ini arah kebijakan ketenagakerjaan bagi penyandang disabilitas di Indonesia dilakukan secara inklusif. Artinya siapa saja dan apapun kondisinya berhak mendapatkan pekerjaan yang layak. “Saya berharap rapat koordinasi hari ini menjadi momentum yang penting dilihat dari sisi ketenagakerjaan bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas di wilayah provinsi dan kabupaten/kota,” katanya. Berdasarkan data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan dan data dari Dinas yang Membidangi Ketenagakerjaan Provinsi dan Kabupaten/Kota per Januari 2021, tercatat perusahaan yang mempekerjakan penyandang disabilitas sebanyak 551 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja disabilitas sebanyak 4.453 orang dari total tenaga kerja yang bekerja sebesar 536.094 orang. “Dilihat dari rasio kebekerjaan saudara-saudara kita penyandang disabilitas yang telah bekerja secara formal, tentu masih terhitung rendah,” kata Anwar Sanusi. Biro Humas Kemnaker

Kemnaker: Pekerjakan Penyandang Disabilitas Mampu Tingatkan Prestise PerusahaanKemnaker: Pekerjakan Penyandang Disabilitas Mampu Tingatkan Prestise Perusahaan Read More »

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kemnaker Terus Dorong Program Pemagangan

Yogyakarta–Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Bina Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi dan Pemagangan Ditjen Binalavotas selalu mendorong pola pelatihan pemagangan baik dalam dan luar negeri sebagai upaya percepatan peningkatan kompetensi melalui penguasaan teknologi terkini yang digunakan di industri. Salah satu negara tujuan dari program pemagangan ini adalah Jepang yang dikenal memiliki tingkat disiplin dan etos kerja tinggi selain dari sisi teknologinya. “Oleh karena itu program pemagangan luar negeri, khususnya ke Jepang dimaksudkan agar peserta magang bisa menerapkan disiplin dan etos kerja sekembalinya ke Indonesia. Ini penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di era globalisasi,” ujar Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Caswiyono Rusdie Cakrawangsa, dalam Rapat Koordinasi Pemagangan Alumni Luar Negeri di Yogyakarta. Caswiyono mengatakan, sampai saat ini pengiriman peserta program pemagangan ke luar negeri sebagian besar berada di kawasan Asia khususnya Jepang yang dimulai sejak tahun 1993 dan sampai saat ini telah diberangkatkan sebanyak 85.415 orang peserta pemagangan. “Program ini merupakan salah satu program unggulan dalam upaya meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja muda Indonesia,” katanya. Ia menjelaskan, peserta program pemagangan ini sebelum berangkat ke Jepang terlebih dahulu menjalani pelatihan pra pemberangkatan yang dilaksanakan 4 s.d 5 bulan untuk mempersiapkan para calon pemagang dalam hal bahasa, budaya, serta mempersiapkan fisik, mental, dan kedisiplinan untuk dapat menyesuaikan diri dengan kondisi di Jepang selama program pemagangan 3 s.d 5 tahun. Pasca magang, menurut Caswiyono, para alumni peserta pemagangan diharapkan dapat bekerja pada perusahaan Jepang atau mendirikan usaha mandiri di Indonesia. “Saya berharap para pengusaha atau calon pengusaha alumni program pemagangan di Jepang yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Kenshuse Indonesia (IKAPEKSI) dapat menjadi mentor bagi para pemagang untuk membangun usaha mandiri,” kata Caswiyono. Caswiyono menegaskan, program pemagangan luar negeri telah membawa manfaat cukup besar terhadap perkembangan teknologi di Indonesia dan membawa dampak positif terhadap perubahan etos kerja para pemuda yang berhasil melaksanakan program magang di luar negeri. Sehingga menjadi tenaga kerja kompeten dan dapat bersaing tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. “Menaker Ida Fauziyah dalam arahannya selalu menekankan agar dari program pemagangan ini dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran yang ada,” ucap Caswiyono Rusdie. Biro Humas Kemnaker

Tingkatkan Kompetensi SDM, Kemnaker Terus Dorong Program Pemagangan Read More »

Penilaian Zona Integritas (ZI) di BLK Banda Aceh

Banda Aceh – Kepala BLK Banda Aceh, Rahmad Faisal beserta jajaran mempresentasikan penerapan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang sudah diterapkan pada BLK Banda Aceh, yang didampingi oleh pokja pembetukan zona integritas. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (PANRB) melakukan evaluasi Zona Integritas di BLK Banda Aceh melalui Video Conference (Virtual Meeting) beserta kepala balai latihan kerja dan jajarannya di gedung kios 3in1 BLK Banda Aceh pada Selasa, (02/11/2021). Hal ini dalakukan untuk penerapan Zona Integritas (ZI) menuju WBK dan WBBM ada 6 perubahan yang harus dilakukan. Manajemen Perubahan Bertujuan untuk mengubah secara sistematis dan konsisten mekanisme kerja, pola pikir, serta budaya kerja individu pada Satuan Kerja yang dibangun, menjadi lebih baik sesuai dengan tujuan dan sasaran pembangunan zona integritas. Penataan Tatalaksana Bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem, proses, dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, dan terukur pada Zona Integritas Menuju WBK/WBBM. Penataan Sistem Manajemen di lingkungan BLK Banda Aceh bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme SDM BLK Banda Aceh pada Zona Integritas Menuju WBK/WBBM. Penguatan Akuntabilitas bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja BLK Banda Aceh Penguatan Pengawasan bertujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan organisasi BLK Banda Aceh yang bersih dan bebas KKN. Peningkatan kualitas pelayanan publik bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan inovasi pelayanan publik sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat Masyarakat melakukan pendaftaran dan konsultasi secara online juga merupakan kemudahan dan transparansi yang dilakukan BLK Banda Aceh . Peningkatan peran sosial media dalam usaha mendekatkan diri dengan masyarakat serta percepatan penyampaian informasi dan pelayanan bagi masyarakat, sehingga masyarakat  dapat bertanya dan mendapatkan informasi secara akurat tanpa harus mengunjungi BLK Banda Aceh. Dengan dilakukan kegiatan ini diharapkan BLK Banda Aceh menjadi unit kerja yang menerapkan Zona Integritas (ZI) dalam menjalankan fungsinya. Masukan dan saran dari berbagai kalangan masyarakat sangat membantu dalam pengembangan dan inovasi yang dapat dilakukan oleh BLK Banda Aceh.   Tim Media Sosisal

Penilaian Zona Integritas (ZI) di BLK Banda Aceh Read More »

Fashion Show dan Talkshow Garmen di acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021

Banda Aceh – Fashion show di acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021 menampilkan hasil karya dari peserta program Pelatihan Busana Kreasi yang merupakan salah satu program baru yang ada di BLK Banda Aceh. Program ini merupakan program yang membuat peserta yang sudah memiliki kemampuan menjahit menjadi naik kelas, mereka diajarakan cara membuat busana kreasi hasil rancangan mereka sendiri atau permintaan konsumen. Busana yang ditampilkan merupakan busana muslim yang sesuai dengan kebutuhan pasar di Aceh yang cukup ramai peminatnya. Karena peminat yang ramai maka desain dari busana muslim di Aceh juga beragam dan dapat menjadi kiblat busana muslim di Indonesia. Talkshow fashion show yang dikemas dalam tema  “Peluang Usaha Fashion Designer Aceh” turut hadir sebagai narasumber Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Ghazmahadi, S.T, MM, Kepala BLK Banda Aceh Rahmad Faisal, Dra. Aya Sofia dari Dekranasda Aceh dan Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Aceh  Muhammad Ikhsan dipandu oleh 2 orang Pembawa Acara membahas tentang pelatihan yang ada di BLK Banda Aceh seperti program-program dan kegiatan yang dapat dilakukan di BLK Banda Aceh. Dra. Aya Sofia dari Dekranasda Aceh megatakan bahwa dengan motif Aceh busana muslim dari aceh dapat bersaing di nasional bahkan dapat mengalahkan Bandung yang saat ini menjadi kiblat fashion nasional sehingga dapat menguasai pasar nasional. Saat ini peminat dari batik Aceh tinggi, namun pekerja di bidang batik sangat terbatas maka diharapkan kedepannya BLK Banda Aceh dapat memfasillitasi pelatihan membatik, karena batik sangat banyak digunakan oleh masyarakat karena pemakaiannya yang gampang dan bahannya yang mudah dikreasikan baik untuk digunakan pada acara formal maupun nonformal. Muhammad Ikhsan selaku Ketua FKLPID Aceh sebagai mitra BLK Banda Aceh akan ikut membantu kegiatan dan mensosialisasikan program-program pelatihan yang ada kepada masyarakat dan Industri sehingga dapat terjalin kerjasama dengan industri. Pendataan industri dan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan industri saat ini terus dilakukan guna mendapatkan informasi yang akurat tentang kebutuhan pasar kerja saat ini juga, sehingga penyerapan tenaga kerja dapat maksimal. Industri sangat diuntungkan akan hal ini mengingat industri tidak memerlukan pengeluaran biaya untuk melatih, industri tinggal mengambil SDM dari peserta pelatihan yang sudah kompeten dalam bidang yang dibutuhkan. Fashion show dilakukan 2 sesi dengan 32 busana hasil kreasi dari program pelatihan Desain Busana Kreasi, peserta yang terdiri dari 16 orang masing-masing peserta menampilkan 2 desain. Desain tersebut kenalan dan ditampilakn oleh 16 orang model. Selain desain dari peserta terdapat juga 5 Busana hasil desain dari Anira Designer selaku salah satu pelaku industri dibidang fashion yang ada di Banda Aceh. Program pelatihan Desain Busana Kreasi yang ada di BLK Banda Aceh dilaksanakan selama 460 JP atau sekita 58 hari kerja, setelah pelatihan selesai diharapakan peserta dapat berkerasi dalam industri fashion dan terus mengembangkan bakat yang ada.  Pelatihan dapat diikuti oleh masyarakat mulai dari usia 17 tahun dengan latar belakang pendidikan yang beragam dengan mengikuti pendaftaran dan seleksi secara online melalui  WEB Kemnaker atau dapat dipandu oleh Tim Media Sosial BLK Banda Aceh dengan chat melalui instagram BLK Banda Aceh atau facebook  BLK Banda Aceh.  Acara fashion show ini dapat disaksikan di Youtube BLK Banda Aceh.   Tim Media Sosial        

Fashion Show dan Talkshow Garmen di acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021 Read More »

Juara Barista Challenge 2021 di acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021

Banda Aceh – Kejuaraan Barista Challenge 2021 dalam acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021 yang diselenggarakan di Workshop Barista BLK Banda Aceh pada Rabu, (27/10/2021). Adapun tema yang pada  Barista Challenge 2021 yaitu Coffee Mixology merupakan ragam minuman kopi dengan campuran beberapa bahan lain yang membuat minuman ini terasa berbeda. Coffee Mixology dapat menjadi sebuah ciri khas dari seorang barista, karena hasil dari kreasi barista itu sendiri.  Minuman kopi serta olahannya yang makin hype saat ini membuat para barista dituntut semakin kreatif dan inovatif dalam menyajikan kreasi olahan Kopi. Melihat perkembangan dan peluang industri kopi di Banda Aceh, BLK Banda Aceh ikut mengambil peran dengan memberikan wadah bagi para barista melalui Barista Challenge 2021. Barista Challenge 2021 dapat diikuti oleh seluruh barista secara nasional secara gratis. Tahapan pertama dari Barista Challenge 2021 yaitu seleksi secara online dengan mengirimkan video melalui Instagram. Setiap video yang masuk akan diseleksi oleh tim juri. Dari seleksi online ini pihak juri memutuskan 5 orang peserta menjadi finalis pada Barista Challenge 2021. Para finalis melakukkan aksinya secara langsung di workshop barista BLK Banda Aceh dilihat dan dirasa oleh para juri. Dari kelima finalis M. Ihsan keluar menjadi juara pertama dalam Barista Challenge 2021, diikuti oleh Rekha Dinansyah, dan Ridho Sampriadi. Pemberian hadiah dilakukan langsung oleh Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kemnaker RI Ghazmahadi, S.T, MM, dan oleh Kepala BLK Banda Aceh Rahmad Faisal di workshop barista BLK Banda Aceh. Acara ini juga disiarkan secara langsung di Instagram (https://www.instagram.com/blkbandaceh/) dan Youtube BLK Banda Aceh (https://www.youtube.com/channel/UCvtDWlA4l334cLXIlt0uF_w/videos)   Tim Sosial Media

Juara Barista Challenge 2021 di acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021 Read More »

Rebranding BLK Banda Aceh Melalui Kegiatan “ BLK Banda Aceh Exhibition 2021” Fashion Show & Barista Challenge

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dan Kepala Balai Latihan Kerja Banda Aceh, Rahmat Faisal membuka acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021 dengan menampilkan Fashion Show dan Barista Challenge di gedung aula BLK Banda Aceh dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pada Rabu,(27/10/2021). BLK Banda Aceh Exhibition 2021 mengusung Pagelaran Fashion Show dan Barista Challenge sebagai salah satu program Rebranding BLK Banda Aceh melalui program sembilan lompatan Kementerian Ketenagakerjaan RI tentang transformasi BLK. Kepala BLK Banda Aceh Rahmat Faisal dalam laporannya menyampaikan bahwa “acara ini diselenggarakan sebagai wadah menampilkan karya-karya Peserta Desain Kreasi BLK Banda Aceh dan Barista Challenge adalah sebagai upaya perangsang kaum muda masa kini untuk berkreasi di bidang perkopian, karena Aceh merupakan penghasil kopi terbesar, maka sudah sepantasnya mulai berinovasi mengasah skill barista, sehingga dengan demikian selain menusantarakan kopi Aceh, juga untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) terampil dan kompeten dan berdaya saing”. “Acara seperti ini akan kita jadikan agenda rutin tahunan sebagai salah satu upaya merebrandingkan BLK Banda Aceh agar terus eksis dan semakin dekat dengan Masyarakat Aceh secara luas” ungkap Kepala BLK Banda Aceh Rahmat Faisal dalam sambutannya. Acara yang digagas Tim Kreatif BLK Banda Aceh ini dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh. Dalam sambutannya Walikota Banda Aceh menyampaikan Apresiasi yang setinggi tingginya kepada BLK Banda Aceh atas dukungan dan usahanya mempersiapkan SDM Terampil dan kompeten melalui program-program pelatihan kerja yang ada di BLK Banda Aceh. “Saya berharap masyarakat Kota Banda Aceh khususnya dapat memanfaatkan peluang dan ketersediaan pelatihan kerja yang diselenggarakan secara gratis oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui BLK Banda Aceh”. Turut hadir pada acara ini Direktur Bina Peningkatan Produktivitas, Ghazmahdi, S.T., M.M., Kepala Dinas Kop, UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh, M Nurdin, Kadisnaker Mairul Hazami Dekranasda Aceh dan sejumlah pejabat dari jajaran Pemprov Aceh. Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kemnaker RI, Ghazmahdi, S.T., M.M., mengapresiasi kegiatan BLK Banda Aceh Exhibition 2021 dan berharap BLK Banda Aceh dapat terus berinovasi dalam segala bidang. Barista Challenge diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dengan seleksi awal menggunakan video yang diupload oleh peserta di IG dan akan di nilai oleh juri. Terdapat 5 Finalis dalam acara Barista Challenge yang tampil di Workshop Barista BLK Banda Aceh yang dapat disaksikan secara langsung di akun Youtube BLK Banda Aceh dan akun Instagram @blkbandaceh  mengingat acara tidak dapat dihadiri secara umum karena masih pandemi. Pemenang Barista Challenge 2021 yaitu, M.Ihsan menempati posisi pertama, Rekha Dinansyah pada posisi kedua, dan Ridho Sampriadi menempati posisi ketiga. Barista Challenge sendiri juga mendapat sambutan baik dan antusias dari para komunitas Barista di Provinsi Aceh bahkan menjangkau peserta hingga keluar daerah Sumatera. Dari Total 39 pendaftar Kompetisi Barista Challenge hasil seleksi  oleh Juri berdasarkan Video kiriman peserta terpilih 6 Finalis Barista Challenge. Dari penampilan 6 Finalis Barista Challenge itu luar biasa menegangkan dan memukau para Komunitas Barista yang hadir menyaksikan. Fashion Show sendiri adalah satu pagelaran yang menampilkan hasil karya peserta Program Pelatihan “ Desain Busana Kreasi” yang pelatihannya dilaksanakan di BLK Banda Aceh. Berbagai Desain Mode, Style dan gaya ditampilkan oleh para model Cantik dari Aceh Model Community (AMC) dengan menampilkan karya-karya hasil pelatihan siswa BLK Banda Aceh. Para peserta sangat senang juga bangga hasil desain mereka dapat ditampilkan secara langsung dan diperagakan oleh model. Selain itu, terdapat sesi Diskusi yang dikemas Talk Show dengan tema  “Peluang Usaha Fashion Designer Aceh”. Obrolan santai Dunia Ketenagakerjaan antara Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan RI Ghazmahadi, S.T, MM, Kepala BLK Banda Aceh Rahmad Faisal, Dra. Aya Sofia dari Dekranasda Aceh dan Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Aceh, Muhammad Ikhsan dipandu oleh 2 orang Pembawa Acara. Di sisi barista juga melaksanakan Talk Show dengan juri Datuk Doddy Pancawinata dan Herianto dipandu oleh host BLK Banda Aceh Mbak Icha membahas tentang perkembangan industri kopi dan masa depan barista. Di akhir acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021 dilakukan pemberian hadiah kepada Juara 1, 2 dan 3 Pemenang Barista Challenge oleh Direktur Bina Peningkatan Produktivitas Kemnaker RI Ghazmahadi, S.T, MM, dan oleh Kepala BLK Banda Aceh Rahmad Faisal, sekaligus menutup Acara BLK Banda Aceh Exhibition 2021.   Tim Sosial Media  

Rebranding BLK Banda Aceh Melalui Kegiatan “ BLK Banda Aceh Exhibition 2021” Fashion Show & Barista Challenge Read More »

Rapat Koordinasi UPTD Binaan BLK Banda Aceh Tahun 2021

  Takengon – Bupati Aceh Tengah, Drs. Shabela Abubakar didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tengah Kausarsyah SE, MM membuka secara resmi rapat koordinasi UPTD binaan BLK Banda Aceh Tahun 2021, Jum’at (22/10/2021) Pukul 20.00 Wib, bertempat di Hotel Parkside Gayo Petro, Takengon. Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Banda Aceh, Rahmad Faisal, S.T, dalam laporan penyelenggaraannya menyampaikan, Rakor ini  dilaksanakan selama 3 Hari sejak Tanggal 22 hingga 24 Oktober, terdiri dari Kepala UPTD BLK, para Instruktur,  dan para pengelola pelatihan. Kepala BLK Banda Aceh Mengharapkan dengan adanya Rakor ini koordinasi, komunikasi, diskusi, dan inovasi antara UPTP BLK Banda Aceh dan UPTD Binaan dapat lebih baik, sehingga dampak dari pelatihan berbasis kompetensi yang diselengarakan dapat lebih berkontribusi bagi masyarakat dan daerah masing-masing UPTD Binaan dan BLK Banda Aceh. Tema yang diangkat dalam rakor ini yaitu “Melalui Rakor UPTD Kita tingkatkan koordinasi, komunikasi & sinergi dalam menciptakan SDM Unggul dan Kompetensi Melalui Pelatihan kerja”. Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berterimakasih sekaligus mengapresiasi Kepada Balai Latihan Kerja (BLK) Banda Aceh yang telah menetapkan Takengon sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Rakor pelatihan kerja UPTD binaan BLK Banda Aceh Dalam kegiatan rakor ini juga di hadiri oleh Sub Koordinator Program dan Evaluasi BLK Banda Aceh, Nova Widiastati, S.Pd., yang menyampaikan dan memandu kegiatan Rakor. Dihadiri juga oleh Sub Koordinator Pemberdayaan BLK Banda Aceh, Riki Hamdani, S.Kom., M.CIO., yang menyampaikan tentang sinergi dan pemanfaatan sosial media untuk menjaring peserta pelatihan sebagai media promosi yang mudah dan murah. Sumardi, S.T., selaku ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Banda Aceh menyampaikan tentang prosedur uji kompetensi dan sertifikasi serta penetapan kelayakan tempat uji kompetensi (TUK) di setiap UPTD Binaan. Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan Industri Daerah (FKLPID) Muhammad Ikhsan juga menyampaikan perkembangan Industri di Aceh dan mengajak UPTD Binaan untuk merangkul industri di daerah masing-masing untuk mendapatkan informasi kebutuhan pekerja yang masih kosong serta menjalin kerja sama dengan industri di daerah masing-masing sehingga penempatan tenaga kerja lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Setiap kepala dan instruktur UPTD melakukan Focus group discussion (FGD) dengan BLK Banda Aceh untuk mendapatkan data mengenai kelayakan UPTD untuk melakukan pelatihan dan komitmen UPTD kedepannya     Tim Sosial Media -wh    

Rapat Koordinasi UPTD Binaan BLK Banda Aceh Tahun 2021 Read More »